Antasari Bernyanyi, Saham MNC Group Rontok

Sebelum penutupan perdagangan saham, Antasari akhirnya buka-bukaan perihal dugaan rekayasa dalam kasus

Antasari Bernyanyi, Saham MNC Group Rontok
KOMPAS/RIZA FATHONI
Hary Tanoesoedibjo 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA -- Selepas pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, sejumlah saham MNC Group terpantau turun pada penutupan perdagangan saham, Selasa (14/2). Berdasarkan pantauan di bursa, saham-saham MNC Group kompak memerah di atas satu persen.

Saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tercatat turun 4,07 persen. Saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) terpantau turun 2,14 persen. Sementara saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) tercatat turun 6,18 persen.

Anomali terjadi untuk saham PT MNC Land Tbk (KPIG) yang naik 9,23 persen. Sedangkan saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) terpantau ditutup pada posisi tetap di level 1.025.
Turunnya saham-saham MNC Grup terjadi sejak sesi I pembukaan perdagangan saham pada Selasa.

Sebelum penutupan perdagangan saham, Antasari akhirnya buka-bukaan perihal dugaan rekayasa dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Setelah delapan tahun mendekam di penjara dan bebas murni Januari lalu, Antasari baru mantap menyebut sejumlah nama yang dia duga kuat berkaitan dengan kasus yang menjeratnya.

Antasari Azhar mengaku sekitar Maret 2009, dia pernah didatangi oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Saat itu, kata Antasari, Hary mengaku diutus oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Presiden keenam RI untuk menemuinya.

Hary meminta Antasari agar tidak menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan, besan SBY.

"Beliau diutus oleh Cikeas saat itu. Siapa Cikeas? SBY. Datang minta supaya saya jangan menahan Aulia Pohan," ujar Antasari di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2).
Aulia saat itu ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi di Bank Indonesia. Mendengar permintaan itu,

Antasari menolaknya. Menurut dia, sudah prosedur di KPK untuk menahan seseorang yang sudah dijadikan tersangka. Namun, Hary terus memohon kepadanya.

"Waduh, Pak, saya mohon betul. Saya bisa ditendang dari Cikeas karena bagaimanapun nanti masa depan Bapak bagaimana," kata Antasari, menirukan ucapan Hary saat itu.

Antasari bersikeras untuk menolak. Saat itu, Antasari siap menerima risiko apa pun atas sikapnya itu. Dua bulan kemudian, Antasari ditangkap polisi. Ia dituduh membunuh Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help