TribunPekanbaru/

Siak

Melihat Keajaiban Danau Naga Sakti, Seperti Teh Hangat yang Pekat

Air danau yang berwarna coklat teh pekat itu memang tiada duanya di belahan dunia ini. Begitu masyarakat kampung Dosan meyakininya.

Melihat Keajaiban Danau Naga Sakti, Seperti Teh Hangat yang Pekat
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Keindahan danau Naga Sakti. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Satu pesatu potensi wisata alam kabupaten Siak tersibak dengan terang. Sebuah genangan air membentang luas di kampung Dosan, kecamatan Pusako, kini menjadi kawasan wisata lokal.

Genangan air yang cukup dalam dan luas itu dikenal dengan danau Naga Sakti. Sebuah cerukan kosong yang terisi air di zonasi gambut, membuat air itu berwarna coklat kemerahan, seperti seduhan teh yang pekat. Seperti teh tawar hangat, karena air danau itu memang terasa hangat meski cuaca hujan lebat.

Warna air dan suhu udara dalam air yang terasa hangat menjadi salah satu keajaiban danau tersebut. Barangkali, banyak keajaiban lain pada danau ini yang belum terpecahkan. Warga sekitar juga dalam upaya memecahkan teka-teki itu hingga kini.

Rindangnya pepohonan di tepian danau, membuat kawasan itu kian eksotis. Meski airnya hangat, pengunjung tetap akan merasakan hawa sejuk kala berada di tepian. Pepohonan yang rindang, menjadi tempat berteduh di siang terik.

"Jangankan kita yang sesekali datang berkunjung, warga di kampung Dosan saja, yang bisa setiap hari berkunjung dan membasuh muka dengan air danau masih tetap takjub. Pesonanya memang pada hangat airnya, itu dapat dirasakan siang ataupun malam," kata kepala dinas Pariwisata Siak Hendrisan, Senin (27/2/2017).

Air danau yang berwarna coklat teh pekat itu memang tiada duanya di belahan dunia ini. Begitu masyarakat kampung Dosan meyakininya. Sehingga mereka kini mulai bergerak secara bergotong royong, memperlebar akses, menjaga kebersihan dan menghadirkan sarana permainan. Mereka juga akan merasa senang, bila banyak pengunjung yang datang.

Tidak ada tiket masuk, dan tidak dipungut biaya parkir. Yang penting, warga sekitar dapat berjualan, dan pengunjung haruslah memberikan rasa hormat, dengan tidak membawa bekal makan minum dari luar. Kendati demikian, warga sekitar tampak punya masa depan dengan dibukanya akses ke danau itu. Sehingga pengunjung tidak selamanya mendapatkan fasilitas gratis. Bila kawasan sudah terkenal, dan formulasi pemungutan disepakati, pengunjung akan dikenai biaya masuk, demi menjaga agar danau tetap asri.

Agus, warga sekitar menyebut, kini kampungnya ramai dikunjungi. Terlebih pada hari libur akhir pekan, dan saat libur lainnya. Ketika pengunjung banyak yang datang, dagangan masyarakat bisa habis menjelang sore. Pundi-pundi pendapatan warga untuk menjalani hidup sehari-hari jadi bertambah. Apalagi, bila danau dikelola menjadi sebuah tujuan wisata yang penting di kabupaten Siak, tentu mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat.

"Kini sudah banyak sarana permainan, seperti bebek-bebek kayuh, sampan dan rakit-rakitan. Pengunjung bisa menyusuri luasnya danau dan bermain di permukaan air dengan sarana yang tersedia," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help