TribunPekanbaru/

Siak

Bernostalgia di SMP Pertama Siak, Gedung Tua yang Masih Berdiri Kokoh

Arsitekturnya melayangkan imajinasi kita pada kota Siak di masa lampau, jauh sebelum Siak menjadi daerah otonom baru.

Bernostalgia di SMP Pertama Siak, Gedung Tua yang Masih Berdiri Kokoh
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Gedung tua: Gedung tua yang berkonstrukai kayu ini berada di jalan pepaya, dekat Pecinan kota Siak Sri Indrapura. Gedung dibangun pada 1958 untuk sarana pendidikan dasar menengah.  

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Sebuah bangunan tua masih berdiri kokoh di jalan Pepaya, dekat barisan rumah-rumah masyarakat Tionghoa Siak, kota Siak Sri Indrapura. Bangunan itu amat menarik perhatian banyak orang.

Arsitekturnya melayangkan imajinasi kita pada kota Siak di masa lampau, jauh sebelum Siak menjadi daerah otonom baru.

Bangunan itu tampak sangat unik, dan hampir 95 persen berkonstruksi kayu, atap seng. Sayang, Saya tidak bisa masuk ke ruangan bangunan itu, Rabu (1/3/2017). Selain pintu -pintu yang terkunci rapat, akses ke lantai II bangunan juga ditutup. Sementara di bawah teras lantai I, banyak sekali perkakas pedagang kaki lima di sana.

Bangunan bearsitektur sangat unik. Bukan persis seperti arsitektur Melayu, tidak persis pula seperti bangunan Tionghoa. Sedikit lebih mirip dengan bangunan Belanda masa lalu, namun sulit juga diklaim berarsitektur Belanda. Barangkali, perpaduan berbagai kebudayaan yang dianggap modern pada masanya.

Bangunan itu disangga tiang-tiang kayu yang tinggi dan tiang beton di bagian depan. Pintu-pintu jendela tampak sangat lebar dan besar, pun pintu-pintu masuk ke ruangannya. Di tengah bangunan lantai I terdapat sebuah beranda, menjadi pemisah antara dinding ruangan sebelah kiri dan kanan. Sedangkan di lantai II, seluruh dinding ruangan menyatu dengan kokoh. Di bagian tengah, dinding dibuat lebih menjorok ke depan, dan atap berarsitektur "sarang burung". Tapi pada bagian atap "sarang burung" tampak seperti dipepat, tidak berbentuk runcing.

Sedangkan 6 tiang paling depan terbuat dari beton yang sangat kokoh. Sehingga pola bangunan seperti itu semakin membuat ciri bangunan tidak ditemukan di daerah lain.

Banyak yang penasaran, gedung yang kini dicat serba putih itu untuk apa? Masih sangat kokoh, berkarakter namun tidak difungsikan. Sedangkan halaman bagian depan, juga tidak dimanfaatkan untuk taman.

Setelah ditelusuri, ternyata bangunan itu bukanlah sekadar onggokan sebuah gedung tua tanpa nilai. Tinggi sekali nilai kenangannya. Bahkan, orang-orang yang pernah menghabiskan masa "bujang tanggungnya" di gedung itu dulu, rata-rata pada berhasil, sebagian lainnya menjadi pejabat di berbagai daerah, termasuk beberapa pejabat penting di Pemerintah Kabupaten Siak saat ini.

"Itu gedung sekolah saya dulu. Saya tamat di sana. Pada masa saya itulah SMP satu-satunya di kecamatan Siak dari kabupaten Bengkalis. Ya, kecamatan Siak di zaman itu sangat luas, dan Tualang masuk kecamatan Siak di zaman itu," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak Kadri Yafis saat dilihatkan foto gedung itu.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help