Bengkalis

DBD Bengkalis 2016 Tinggi, Dinkes Akan Bentuk Pokjanal

Sedangkan angka kematian akibat kasus DBD ini mencapai 12 kasus pada tahun 2016 ini.

DBD Bengkalis 2016 Tinggi, Dinkes Akan Bentuk Pokjanal
Internet
Nyamuk DBD

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Muhammad Natsir

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kasus DBD Bengkalis pada tahun 2016 lalu mencapai 909 kasus. Hal ini diungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bengkalis, Alwizar kepada Tribun, Rabu (1/3/2017) pagi di ruang kerjanya.

Menurut dia data tersebut di perolehnya dari RSUD Bengkalis, RSUD Mandau dan 17 Puskesmas yang ada di Bengkalis. Dihitung dari standar nasional angka tersebut cukup tinggi. Karena dari incidence rate (IR) atau angka insiden penderita demam berdarah melebihi nasional.

IR nasional hanya diperbolehkan setiap per 100.000 penduduk kasus DBD harus kurang dari 49 kasus.

"Sementara Bengkalis IR-nya dari per 100.000 penduduk kasus DBD mencapai 164,35 kasus berarti ada tiga kali lipat IR nasional," ungkap Alwizar.

Sedangkan angka kematian akibat kasus DBD ini mencapai 12 kasus pada tahun 2016 ini.

"Secara nasional fatality rate (angka kematian) yang diperbolehkan kurang dari satu persen. Sementara bengkalis dari 909 kasus tersebut fatality rate 1,33 persen," ungkap dia.

"Dengan keadaan ini kabupaten Bengkalis bukan lagi di kategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB) tapi sudah masuk kategori ledakan kasus," terangnya.

Untuk tahun 2017 ini, Dinas Kesehatan Bengkalis akan melakukan upaya pencegahan dengan membentuk kelompok kerja operasional (Pokjanal) penangulangan DBD.

"Penangulangan pembentukan Pokjanal ini sebenarnya telah diatur dalam keputusan Menteri Kesahatan nomor 581 tahun 1999 yang aturan ini belum di cabut," kata dia.

Menurut dia nantinya dengan keberadaan Pokjanal ini bisa mengerakkan peran serta masyarakat dalam mengantisipasi perkembangan nyamuk DBD.

"Pokjanal ini nanti diisi oleh orang orang yang punya wilayah, seperti Camat, kepala desa mereka yang akan menyampaikan langsung ke masyarakat. Sementara kita hanya bisa memberikan bimbingan teknis kepada mereka kemudian diteruskan ke masyarakat," tandasnya.(*)

Tags
DBD
Dinkes
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help