Warga Desa Lukit Siap Terapkan Cara Bertani di Lahan Tanpa Bakar

Kegiatan ini termasuk dalam program Desa Bebas Api, yakni pendampingan pertanian.Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 4 Maret 2017 di BPPUT

Warga Desa Lukit Siap Terapkan Cara Bertani di Lahan Tanpa Bakar
Para Crew Leader tengah praktek bertani di kebun BPPUT, Town Site 2, Pangkalan Kerinci, Jumat (3/3/2017). Seliain prakter, paar peserta juga diberikan materi pengolahan lahan, pemupukan, pembuatan kompos, perawatan tanaman, hama serta budidaya tanaman padi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Tidak banyak yang tahu bertani dengan baik dan benar. Crew Leader atau koordinator program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) asal Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Supratman (26) juga merasakan hal tersebut.

Selama ini ia merasa cara ia bertani sudah benar. Namun, setelah mengikuti Pelatihan Sistem Pertanian Terpadu yang diadakan oleh Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ia merasa ada yang berbeda, seperti pengolahan tanah dan memberikan pupuk kompos pada tanaman.

"Untuk bertani saya tahu, tapi bertani dengan baik dan benar baru di pelatihan ini didapat. Ternyata ada bedanya dengan cara bertani kami di desa," ujarnya di sela-sela pelatihan yang dilaksanakan di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) ,Town Site 2, Pangkalan Kerinci, , Jumat (3/3/2017).\

Dilanjutkan Supratman, perbedaan cara bertani didesanya terletak pada cara menanam. Jika di desa, lahan untuk bertani setelah diolah dibiarkan dulu sehari hingga seminggu. Namun, ketika pelatihan dari CD RAPP ini, tanah langsung ditanami bibit.

"Ternyata setelah tanah diolah, bibit bisa langsung ditanam dan diberi pupuk. Saya akan pratekkan langsung di Desa Lukit dengan menanam cabe rawit dilahan yang dibuka tanpa bakar, karena masyarakat di desa kami sudah trauma dengan kebakaran hutan dan lahan" ujarnya.

Koordinator Regional Program CD PT RAPP, Zamzuli Hidayat mengatakan kegiatan ini termasuk dalam program Desa Bebas Api, yakni pendampingan pertanian.

Tujuan dari pelatihan ini adalah penguatan kapasitas Crew Leader dalam bidang sistem pertanian terpadu. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 4 Maret 2017 di BPPUT.

Materi dalam pelatihan yang diberikan kepada Crew Leader adalah pengolahan lahan, pemupukan, pembuatan kompos, perawatan tanaman, hama serta budidaya tanaman padi. Selain itu, lanjut Zamzuli juga ada materi mengenai budidaya hewan ternak seperti sapi atau kambing.

"Beberapa program sudah berjalan di beberapa desa seperti Langgam, Teluk Meranti, Kuala Tolam dan lainnya. Pelatihan ini diikuti oleh 18 orang Crew Leader dari seluruh desa program Desa Bebas Api," tandasnya. (rls)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help