TribunPekanbaru/

Siak

Meriam-meriam di Istana Siak, Sepucuk Meriam Pernah Dicuri pada 1960

Koleksi barang unik yang bernilai sejarah memang sangat banyak di istana Siak, provinsi Riau.

Meriam-meriam di Istana Siak, Sepucuk Meriam Pernah Dicuri pada 1960
Tribun Pekanbaru/mayonal putra
Meriam di dalam Istana Siak, Riau. Meriam ini pernah dicuri pada 1960. Kapal yang mengangkutnya adalah kapal yang hendak ke Sungapura, namun karam di Teluk Salak. Potongan meriam ini bisa dibawa kembali ke Istana Siak, hingga kini masih dapat dilihat. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Koleksi barang unik yang bernilai sejarah memang sangat banyak di istana Siak, provinsi Riau. Dari perkakas rumah tangga raja dan permaisurinya, senjata perang, peralatan musik dan barang -barang unik lainnya, masih terawat dengan baik.

Dari sekian banyak koleksi unik tersebut, salah satunya adalah meriam. Dari berbagai literatur, meriam disebut juga Kanon, atau Lela dalam bahasa Melayu. Senjata api sejenis artileri yang berukuran besar berbentuk tabung yang panjang, menggunakan bubuk mesiu atau bahan pendorong lainnya untuk menembakkan proyektil.

Meriam yang terdapat di istana Siak, juga beragam ukuran dan kaliber. Masing-masingnya juga mempunyai jangkauan, sudut tembak dan daya tembak yang beragam pula. Banyak juga di antaranya yang sudah pernah dipergunakan dalam perang melawan penjajah. Kini, meriam-meriam itu masih bisa dilihat, dan dipegang bila berkunjung ke istana Asserayah Alhasyimiyah Siak Sri Indrapura itu.

Meriam-meriam itu ada yang tertanam di bagian luar istana, ada juga yang dipajang di sudut kanan ruangan istana. Di luar istana, terdapat 11 pucuk meriam. Posisi peletakan meriam tampak memberikan pengamanan bagi istana. Hampir di seluruh sudut terdapat moncong meriam yang mengarah keluar istana, sebagai persiapan jaga-jaga, bila penjajah mendadak menyerang. Hingga kini, meriam-meriam itu masih tetap ada.

Sedangkan meriam yang ditarok di bagian dalam istana, merupakan meriam yang dibawa ke medan perang. Kini, terdapat 8 pucuk meriam beragam kaliber yang masih bisa disentuh.

Meriam-meriam itu kini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Membuktikan kerajaan Siak pernah memiliki perlengkapan perang yang mumpuni.

Dari 19 pucuk meriam tersisa di istana Siak, sepucuk disebut meriam Buntung. Meriam ini punya cerita yang menarik pula. Meriam sepanjang 1,5 meter itu pernah dicuri pada 1960. Herannya, si pencuri tidak membawa utuh meriam tersebut. Meriam itu dipotong terlebih dahulu lalu diangkut yang bagian moncongnya.

Saat orang-orang istana kehilangan meriam itu, terdengar ada kapal karam di teluk Salak. Pada kapal karam itu, bagian meriam yang dicuri ditemukan kembali. Sulit mendapatkan cerita lengkapnya, siapa orang yang menemukan meriam itu lalu mengangkutnya kembali ke istana Siak?

Dalam sejarahnya, kapal yang mengangkut meriam Buntung itu adalah kapal yang hendak menuju Singapura. Tidak pula ada kejelasan, siapa sebenarmya yang mencuri meriam itu?

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help