TribunPekanbaru/

Tingkatkan Partisipasi, Penyandang Disabilitas Berperan Aktif di Pilkada Dumai

Rini bersama rekannya sesama penyandang disabilitas di Dumai giat menggelar sosialisasi karena masih minimnya perhatian masyarakat dan pemerintah

Tingkatkan Partisipasi, Penyandang Disabilitas Berperan Aktif di Pilkada Dumai
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
HWDI Dumai foto bersama usai sosialisasi Pilkada Dumai bersama kalangan penyandang disabilitas pada 2015 lalu 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Para penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh akses dalam Pilkada Dumai 2015 silam. Mereka juga berperan aktif dalam mengajak para penyandang disabilitas untuk memberikan hak pilihnya. Terbukti hampir 100 persen pemilih disabilitas memberikan hak pilihnya.

Total ada 80 pemilih disabilitas yang memberikan suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jumlah ini menunjukkan partisipasi yang tinggi dari pemilih disabilitas. Apalagi KPU Dumai mendata ada 83 pemilih disabilitas, yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Artinya, hanya tiga pemilih disabilitas di Dumai yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Dumai 2015 lalu. Capaian ini adalah keinginan mereka mendorong penyandang disabilitas berperan aktif memperoleh akses pada Pilkada Dumai. Begitu juga mendorong TPS yang ramah bagi pemilih disabilitas.

Hebatnya, penyandang disabilitas menggagas dialog bersama kelima pasangan calon pada Pilkada Dumai 2015 lalu. Pada kegiatan itu, mereka juga menandatangani komitmen dengan kelima pasangan calon yang maju dalam pilkada. Sebagai bentuk peran aktif menggunakan hak politik mereka.

Hanya satu harapan terbesar mereka, yakni bagi Walikota Dumai terpilih bisa memperhatikan hak para penyandang disabilitas. "Kami ingin rekan sesama penyandang disabilitas bisa berperan aktif dalam Pilkada Dumai dan memberikan hak pilihnya," ujar Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Dumai, Purwa Setia Rini kepada Tribun, Minggu (5/3/2017).

Rini bersama rekannya sesama penyandang disabilitas di Dumai giat menggelar sosialisasi karena masih minimnya perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap pemilih disabilitas. Para penyandang disabilitas cendrung berdiam diri di rumah saat pilkada berlangsung. Padahal mereka punya hak menentukan pilihan dalam helat politik lima tahunan itu.

Wanita berkerudung ini, lalu berupaya memberi pemahaman bahwa para pemilih disabilitas punya peran dalam pemilu ataupun pilkada. Apalagi pada saat itu mereka memilih pemimpin dan wakil rakyat. Artinya, mereka yang terpilih nanti akan berpengaruh pada regulasi terhadap penyandang disabilitas.

Oleh sebab itu, pada sosialisasi yang digagas HWDI, Rini mengajak pemimpin Kota Dumai terpilih memiliki sejumlah komitmen bagi penyandang disabilitas. Di antaranya, memperoleh kuota lapangan kerja bagi penyandang disabilitas di pemerintahan dan perusahaan serta pelatihan soft skill yang berkelanjutan.

"Kami memang penyandang disabilitas, tapi kami bagian dari masyarakat pada umumnya. Apalagi kami juga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan orang kebanyakan," terangnya.

Penyandang tuna daksa ini tidak cuma aktif berperan meningkatkan partipasi rekan sesama penyandang disabilitas. Tapi ia juga dipercaya sebagai Anggota KPPS di TPS 07 Bukit Batreem. Sehingga dirinya tidak cuma menjadi objek dalam pilkada, tapi juga menjadi penyelenggara yang menyukseskan Pilkada Dumai.

Halaman
123
Penulis: Fernando
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help