TribunPekanbaru/

Kampar

Kejati Riau Tegaskan Pembangunan Tapak Tower Listrik Tak Dapat Dihalangi

Kepentingan umum tidak bisa dihalang-halangi dan tidak bisa ditunda. Jangan ada keraguan menjalankan pembangunan sesuai aturan.

Kejati Riau Tegaskan Pembangunan Tapak Tower Listrik Tak Dapat Dihalangi
TribunPekanbaru/TheoRizky
Ilustrasi. Petugas tengah melakukan perbaikan jaringan listrik di sebuah tiang listrik, Rabu (30/3/2016). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARUM.COM, BANGKINANG - Kejaksaan Tinggi Riau mengeluarkan pernyataan keras terkait rencana pembangunan Tapak Tower listrik di Kampar. Pernyataan itu dikemukakan dalam Rapat Fasilitasi di Lantai III Gedung Kantor Bupati Kampar, Senin (13/3/2017).

Rapat yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kampar itu membahas pembebasan lahan Tapak Tower untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Pembebasan lahan itu menghubungkan jaringan listrik dari pusat pembangkit.

Kejati diwakilkan oleh Jaksa, Herzen Suryo, menjelaskan, jika pembebasan lahan untuk pembangunan untuk 78 tower tersebut terhambat, maka pemerintah akan menerapkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 1961tentang pencabutan hak atas tanah demi kepentingan publik.

"Dalam hukum tidak ada pangkat dan gelar terkait kepentingan umum," tegasnya. Herzen menyatakan, kepentingan umum tidak bisa dihalang-halangi dan tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, ia berharap tidak ada keraguan dalam menjalankan pembangunan sesuai aturan.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kampar, Zulfan Hamid. Ia didampingi Asisten I Setda, Ahmad Yuzar, Asisten II, Nurbit, Kepala Bappeda, Azwan dan Kepala Satpol PP, M. Jamil.

Delapan camat yang di daerahnya akan dibangun Tapak Tower jaringan tegangan tinggi (SUTET) juga hadir. Antara lain, Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, Kampar, Tambang, XIII Koto Kampar, Siak Hulu dan Tapung.

Sedangkan dari PLN diwakilkan oleh Asisten Manajer Pertanahan Unit Induk Pembangunan II Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Sumatera 2, Andi Rizky. Turut hadir mewakil Polres Kampar yakni, Kasat Intelkam AKP. Edy Junaidi.

Andi Rizky mengakui, PLN saat ini terkendala pembebasan lahan. Ia menyebutkan, Kampar adalah satu dari 10 kabupaten dimana Tapak Tower akan dibangun.

Ia menyebutkan, ada 578 titik lokasi tower yang akan dibebaskan. Hingga kini, tersisa 78 titik lagi yang belum dibebaskan. "Artinya sekitar 95 persen sudah dibebaskan," katanya.

Halaman
12
Penulis: nando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help