TribunPekanbaru/

Sosialisasi 4 Pilar, Effendi Sianipar: Warga Desa Penjaga Kearifan Lokal Bangsa!

"Warga desa telah mempraktikkan hidup berdampingan dengan sesama warga secara damai, rukun dan saling

Sosialisasi 4 Pilar, Effendi Sianipar: Warga Desa Penjaga Kearifan Lokal Bangsa!
Istimewa
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Sianipar menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Desa Rantau Panjang, Rokan Hulu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHUL - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Sianipar menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Desa Rantau Panjang, Rokan Hulu. Dalam kesempatan tersebut, Effendi mengapreasi sikap warga desa yang tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal bangsa dalam hidup bermasyarakat yang beragam dan majemuk.

"Warga desa telah mempraktikkan hidup berdampingan dengan sesama warga secara damai, rukun dan saling menghargai. Pada hakekatnya hal tersebut adalah merupakan praktik terbaik dari nilai-nilai 4 pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ini harus terus dipelihara dan dilestarikan agar masyarakat kita yang majemuk tetap menjadi satu dalam perbedaan yang indah," kata pesan Effendi Sianipar.

Hadir juga dalam sosialisasi tersebut sebagai narasumber, Rahayu yang merupakan Ketua BPEK PDI Perjuangan Rokan Hulu.

Effendi yang merupakan anggota DPR RI dari dapil Riau I ini menjelaskan, nilai-nilai 4 pilar terus relevan dan mampu menjawab tantangan zaman. Ketika sejumlah negara di dunia saat ini mengalami pergolakan dan konflik, Indonesia yang faktanya merupakan sebuah negara kebangsaan tetap kuat dan kokoh berdiri. Warga Indonesia menurutnya sudah terbiasa hidup berbeda, namun tetap menghargai satu dengan lainnya.

"Kedewasaan masyarakat kita, khususnya warga Riau dalam menghadapi realita perbedaan SARA tersebut pantas mendapat apresiasi. Kita ini berbeda, namun tetap bersatu sehingga kita kuat," tegas Effendi.

Rahayu menjelaskan, dalam hidup berbangsa dan bernegara, 4 pilar tersebut harus menjadi acuan yang pokok. Terlebih, tiap-tiap daerah memiliki kearifan lokal yang beragam yang semuanya itu memperkaya khasanah dan pandangan anak-anak bangsa. Kearifan lokal menurutnya adalah penyumbang terbesar dan paling pokok dari lahirnya empat pilar kebangsaan Indonesia.

"Kearifan lokal merupakan kekayaan yang tidak bisa dinilai secara materi. Namun tumbuh dan berkembang dalam hidup keseharian yang mendorong terjadi harmonisasi sosial, harmonisasi lingkungan dan alam. Secara prinsip, keberadaan 4 pilar kebangsaan juga dalah untuk memperkuat dan mengokohkan harmonisasi sosial kebangsaan dalam menghadapi tantangan zaman," pungkas Rahayu.

Hadir dalam sosialisasi tersebut sejumlah tokoh masyarakat desa setempat, pengurus kelompok tani, kalangan siswa, pengurus PDI Perjuangan dan sejumlah warga desa. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help