TribunPekanbaru/

Camat Rakhmat Akan Kembalikan Honor Pj Kades Pantai Cermin Jika Ada Larangan

Satu sisi, Rakhmat mempertanyakan kwitansi penerimaan honor yang diteken olehnya. Ia tidak lantas bersedia

Camat Rakhmat Akan Kembalikan Honor Pj Kades Pantai Cermin Jika Ada Larangan
Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Rakhmat mengisyaratkan pernah menerima penghasilan tetap Kepala Desa Pantai Cermin Kecamatan Tapung. Ia mengklaim tidak ada larangan Penjabat Kepala Desa yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) menerima honor dari Alokasi Dana Desa (ADD).

"Dalam Undang-undang Nomor 6 itu (UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Desa), sebenarnya diperbolehkan," kata Rakhmat ketika dihubungi, Rabu (15/3/2017) sore. Meski begitu, ia menyatakan siap mengembalikan honor jika memang salahi aturan.

Satu sisi, Rakhmat mempertanyakan kwitansi penerimaan honor yang diteken olehnya. Ia tidak lantas bersedia mengembalikan uang yang terlanjur diterima. Ia menyatakan akan siap mengembalikan honor itu jika ada bukti penerimaan yang sah.

"Saya juga sudah banyak yang menanyakan. Saya bilang, mana kwitansi yang saya teken? Kalau memang ada kwitansi, saya siap kembalikan," tandas Rakhmat. Meski begitu, ia ogah mengklarifikasi temuan ke Inspektorat untuk memastikan ada tidaknya bukti kwitansi yang didapat oleh pemeriksa.

Ditanya soal pembangunan Los Pasar yang mangkrak, pria yang kini menjabat Camat Kuok ini enggan berkomentar. Ia berkilah, Penjabat Kepala Desa selama tahun 2015 bukan dirinya saja.

"Saya nggak tahu itu. Soalnya waktu itu, banyak (Penjabat) Kepala Desa di sana (Pantai Cermin)," kata Rakhmat.

Sebelumnya dalam temuan Inspektorat, penerimaan honor saat Camat Tapung, Rakhmat merangkap sebagai Pj Kades Pantai Cermin termasuk bentuk penyimpangan ADD. Hal ini melanggar Pasal 3 Peraturan Bupati Kampar Nomor 14 Tahun 2015 tentang Penghasilan Tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa, Tunjangan Desa,Insentif RW dan RT serta operasional lembaga kemasyarakatan dan honorarium pengelolaan keuangan desa.

Gaji yang diterima Rakhmat saat menjabat Pj Kades antara April hingga September 2015 silam. Selama itu, ia menerima penghasilan tetap Kepala Desa sebesar Rp. 9 juta. Selain Rakhmat, Arlan yang tak lain juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menerima honor antara Oktober hingga Desember 2015 sebesar Rp. 4,5 juta.

Temuan lain adalah mangkraknya pembangunan Los Pasar berukuran 40x13 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp. 93.132.305. Belum lagi pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp. 51.460.000 serta pengeluaran tanpa bukti lengkap dan sah sebesar Rp. 108.071.000. (*)

Penulis: nando
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help