Jessica Tulis Skenario Film di Ruang Tahanan

"Mereka setuju kisah Jessica diangkat ke layar lebar, namun setelah dirinya bebas dari penjara," ungkapnya.

Jessica Tulis Skenario Film di Ruang Tahanan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa Jessica Kumala Wongso saat menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (28/9/2016). Dalam sidang yang ke 26 beragendakan pemeriksaan terdakwa tersebut, JPU memberikan pertanyaan kepada Jessica terkait saksi-saksi yang telah dihadirkan pada sidang-sidang sebelumnya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA -- Jessica Kumala Wongso memilih menghabiskan waktu di balik jeruji sel dengan menulis skenario film. Naskah film tersebut berisi tentang kehidupan pribadi yang akhirnya membawa ke rumah tahanan.

"Jessica dapat tawaran dari produser, karena melihatnya Jessica tidak bersalah," ujar Pengacara Jessica, Hidayat Bostam, Selasa (14/3).

Kendati demikian, Hidayat enggan membeberkan sosok produser yang bakal membuat film tentang Jessica. Ia hanya memastikan, pembuatan film tersebut telah didiskusikan antara Jessica, keluarga dan pengacara.

"Mereka setuju kisah Jessica diangkat ke layar lebar, namun setelah dirinya bebas dari penjara," ungkapnya.

Menurut Hidayat, pertimbangan ini diambil karena Jessica sendiri yang akan melakukan casting terhadap pemeran dirinya. "Iya menunggu dia bebas dulu. Kalau hasil MA baru berjalan," tambah Hidayat.

Hidayat mengatakan bahwa Jessica tidak ingin penggambaran dirinya di film tersebut dibuat berlebihan. Dirinya meminta filmnya sesuai dengan dirinya.

Selain menulis skenario, Jessica mulai terbiasa dengan kehidupan di Rutan Pondok Bambu. Setiap pagi dirinya kerap berolah raga dengan penghuni Rutan lainnya. Di dalam sel yang dihuni sepuluh orang tersebut, Jessica sering berdiskusi dengan temannya pada hari Sabtu dan Minggu. Dirinya juga rajin mengunjungi perpustakaan Rutan.

Bukan hanya itu, berada di Rutan Pondok Bambu, Jessica meninggalkan kehidupan lamanya yang serba kecukupan. Hal ini membuat Jessica kerap kangen dengan kehidupannya di luar sel.

Kepada pengacaranya, Jessica sering mengungkapkan rasa kangennya tersebut. Jessica sering mengungkapkan rasa kangen terhadap kamar dan keponakannya.

"Om kangen tidur di kasur, kangen tidur di kamar aku," ujar Jessica seperti yang diceritakan oleh Hidayat seraya mengaku kangen terhadap makanan favoritnya ayam goreng.

"Kalau dia sudah minta begitu, biasanya kami dan keluarganya bawakan," jelas Hidayat.
Sosok Jessica menjadi sorotan publik setelah terbukti membunuh sahabatnya, Wayan Mirna Salihin. Mirna tewas setelah meminum es kopi Vietnam yang dipesankan Jessica saat mereka bertemu di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu, 6 Januari 2016.

Jessica ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Mirna pada Jumat, 29 Januari 2016. Selanjutnya sidang Jessica menjadi perhatian publik setelah disiarkan secara langsung oleh beberapa televisi swasta. Kuasa hukum terdakwa, Otto Hasibuan, menyatakan banding atas putusan tersebut.

Mirna meninggal setelah meminum es kopi Vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016. Hasil pemeriksaan dari Puslabfor Polri menunjukkan bahwa Mirna meninggal karena keracunan sianida. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help