TribunPekanbaru/

Pembebasan Lahan Untuk Tol Listrik, DPRD Rohul Minta PT Padasa Kooperatif

Semakin cepat proses negosiasi dilakukan, maka akan semakin cepat pula proses pembangunan listrik tersebut dilaksanakan.

Pembebasan Lahan Untuk Tol Listrik, DPRD Rohul Minta PT Padasa Kooperatif
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi. Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Pembangunan Transmisi Saluran Udara Teganan Tinggi (SUTT) 150 KV di Kabupaten Rokan Hulu hingga saat ini masih belum bisa terlaksana. Hal ini dikarenakan 18 titik tapak tower yang berada di lahan PT Padasa belum dibebaskan, dikarenakan perusahaan yang bersangkutan belum bersedia membebaskan lahan yang akan diperuntukkan bagi kepentinan publik tersebut.

Manajer  Area PLN Pekanbaru, Kemas Abdul Gaffur, Minggu (12/3) mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu mediasi dan negosiasi yang akan dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, yang rencananya akan memanggil pihak PT Padasa, agar mau membebaskan lahan tersebut, sehingga tak ada kendala lagi, dan 18 titik tapak tower di sana bisa segera dibangun.

Baca: Kejati Riau Tegaskan Pembangunan Tapak Tower Listrik Tak Dapat Dihalangi

Baca: PN Pekanbaru Kabulkan Permohonan Konsinyasi PT PLN

Baca: PLN Target Bangun Tower Transmisi di  Lahan PT Padasa Maret Ini

“Untuk pembangunan SUTT 150 KV yang sementata berlangsung, tinggal 18 tapak lagi, yang berada di PT Padasa. Kalau sudah selesai dibebaskan, sudah bisa segera dibangun dan beroperasi, maka selanjutnya kita tinggal menyambungkan evakuasi jaringan tegangan menengah 20 KV dari Gardu Induk Pasir Pangarayan yang kemudian disambungkan  menuju seluruh desa dan pelosok Rokan Hulu,” kata Kemas Abdul Gaffur.

Semakin cepat proses negosiasi dilakukan, maka menurutnya akan semakin cepat pula proses pembangunan listrik tersebut dilaksanakan. Karenanya, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hulu agar segera melakukan negosiasi tersebut.

“Informasinya Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu akan melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan PT Padasa tersebut dalam waktu dekat dan semoga dalam pertengahan bulan Maret ini bisa tuntas. Kita sangat mengharapkan support dari Pemda Rohul, agar membantu melakukan mediasi dan negosiasi pembebasan lahan di PT Padasa tersebut. Peran Pemda sangat strategis dan penting disini, dan itu benar-benar sangat kita harapkan,” ulasnya. "Dengan turun tangan nya Pemerintahan Daerah Rokan Hulu melakukan mediasi dan negosiasi juga menandakan sinergi nya Pemda dan BUMN yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah dalam hal kelistrikan dan itu akan dibuktikan dengan berhasilnya komunikasi dan mediasi tersebut oleh Pemda kepada pihak PT Padasa" tambahnya.

Dengan beroperasinya SUTT 150 KV nantinya, menurut Kemas akan sangat berdampak kepada pembangunan daerah di berbagai sektor dan lini karena listrik sebagai salah satu penyangga ekonomi pasti turut serta membuat pertumbuhan ekonomi menjadi meningkat , khususnya Rokan Hulu ini juga seiring dengan banyak nya daftar tunggu masyarakat yang ingin mendapatkan listrik  dan banyaknya Desa yang membutuhkan pasokan listrik dari PLN, belum lagi kesempatan Industri masuk dan berkembang di Rokan Hulu. Karena itu, ia sangat berharap pembangunan dapat berjalan sesuai dengan target dan rancangan yang sudah dibuat oleh pihak PLN.

“Kalau transmisi sudah jadi, program pembangunan yang direncanakan pemerintah akan mudah dilaksanakan, dan akan berjalan dengan lancar. Kalau bisa, mudah-mudahan bisa terealisasi pada bulan Mei 2017 ini,” imbuhnya.

Halaman
123
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$video

Filename: articles/video_pilihan.php

Line Number: 18

KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help