TribunPekanbaru/

Rudi Fajar: Sejak 1993, RAPP Berikan Kontribusi Rp 196 Triliun

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah berkontribusi terhadap negara sebesar 21,7 miliar dolar AS atau Rp 196 triliun.

Rudi Fajar: Sejak 1993, RAPP Berikan Kontribusi Rp 196 Triliun
Direktur RAPP, Rudi Fajar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Selama beroperasi sejak 1993, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah berkontribusi terhadap negara sebesar 21,7 miliar dolar AS atau Rp 196 triliun.

Selain itu juga memberikan kontribusi 6,9 persen dari ekonomic output Riau, 6,1 persen dari gross regional domestic product (GRDP) Riau, 5,4 persen dari pendapatan rumahtangga di Riau, membuka lapangan kerja sebanyak 90 ribu orang di tahun 2010 serta Multiplier effect di Riau 2,29 kali, 2,36 kali pada pendapatan rumahtangga dan 5,7 kali pada tenaga kerja.

"Kontribusi RAPP semakin diperkuat dengan adanya program-program rutin menyangkut CSR seperti sumbangan hewan ternak, bimbingan dan ajakan kerjasama bagi pengusaha lokal, beasiswa dan bantuan pendidikan lainnya," kata Rudi Fajar, Direktur RAPP dalam Human Rights or Sustainable Business Workshop, Kamis (16/3/207).

Dalam Sistem Pertanian Terpadu, misalnya, sebanyak 3.200 rumah tangga mendapat dukungan untuk bahan pertanian, 566 petani dilatih dan membudidayakan 4.845 ha lahan pertanian.

Dalam bidang UKM, RAPP memperkerjakan dan mendukung 189 pengusaha UKM dan menciptakan lebih dari 1.600 pekerjaan konsekuensial. Di bidang pendidikan, RAPP telah memberikan 17.600 beasiswa kepada para pelajar, merenovasi dan mengembangkan sebanyak 219 sekolah di pedesaan serta mensponsori pelatihan untuk 600 guru.

Pada bidang kesehatan masyarakat, sebanyak 1.800 orang dilayani oleh program kesehatan April Group serta berkomitmen untuk proyek 30 kesehatan, air dan sanitasi. Dalam bidang infrastruktur sosial, RAPP mendukung pembangunan 178 tempat ibadah dan sekolah agama, membangun akses jalan sepanjang 12.000 Km (2.600 Km diakses untuk umum).

"Sedangkan untuk tanaman penghidupan, menyediakan 4.200 ha lahan perkebunan karet dan mendukung 9.710 ha hutan masyarakat," ungkap Rudi.

Selain itu, kata Rudi, sebanyak 480.000 ha lahan konsesi milik APRIL Group, digunakan untuk perkebunan: 0,7 persen dari Hutan Produksi Indonesia. "Seluas 250.000 ha Hutan HCV dilestarikan dan dilindungi, lebih 150.000 ha dalam proses Restorasi Ekosistem 1:1 ha 83 persen untuk mencapai target kami lahan konservasi seluas 400.000 ha," tambah Rudi. (nto)

Editor: harismanto
Ikuti kami di

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$video

Filename: articles/video_pilihan.php

Line Number: 18

KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help