TribunPekanbaru/

Jokowi: Kalau Proyek Pembangkit Listrik Dimain-mainin, Awas!

"Saya tidak mau nanti jadi kapasitasnya hanya 30 persen atau 40 persen untuk apa? Dan saya bisa ngecek itu, jadi

Jokowi: Kalau Proyek Pembangkit Listrik Dimain-mainin, Awas!
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahannya saat menjawab pertanyaan wartawan terkait pencatutan nama Presiden dalam permintaan saham Freeport di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). Presiden menilai bahwa tindakan itu melanggar kepatutan, kepantasan, moralitas dan wibawa negara. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MEMPAWAH - Presiden Joko Widodo memberi isyarat kepada jajarannya untuk melanjutkan proyek pembangkit listrik yang mangkrak, dengan beberapa catatan.

Meski telah memberikan isyarat itu, Presiden Jokowi ingin ada keseriusan melanjutkan dan ia memberikan peringatan keras kepada jajarannya jika ‘bermain’ di dalam proyek tersebut.

"Saya tidak mau nanti jadi kapasitasnya hanya 30 persen atau 40 persen untuk apa? Dan saya bisa ngecek itu, jadi jangan main-main dengan hal teknis detail pasti saya akan lihat karena menyangkut uang yang triliun," ujar Presiden Jokowi disela peresmian 8 pembangkit listrik di Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017).

"Jadi kalau dimain-mainin awas, saya hanya satu kata, awas, itu saja! Kok pada diam?” ucap Jokowi.

Jokowi mengambil contoh gedung yang merupakan proyek pembangkit listrik yang mangkrak di era pemerintahan sebelumnya.

"Seperti contoh yang di sebelah kita ini. Jadi dulu sudah saya marahin ini, hampir satu setengah triliun ini. Bukan yang ini (menunjuk ke MPP Mempawah), jangan keliru itu, duit gede banget ada 34 lokasi tersebar di seluruh Indonesia," ucap Jokowi.

Catatan yang diberikan Jokowi kepada jajarannya terkait melanjutkan proyek pembangunan pembangkit listrik itu yakni diselesaikan dahulu persoalan hukum yang membelit serta harus dibangun sesuai kualitas yang diinginkan.

"Supaya saudara ngerti saja, saya bekerja detail silakan, saya memberikan peluang diteruskan silakan karena uang kita yang sudah nancep habis di bisnis itu banyak. Tetapi jangan dimain-mainin lagi nanti kena dua masalah hukum nanti. Saya tegas mengenai hal seperti ini. Jadi saya harapkan silakan itu kalau memang masalah hukum selesai kalau yang bisa silakan dilanjutkan lagi, tetapi betul-betul bermanfaat karena kita tidak beli listrik," tutur Jokowi.

Jokowi pun menegaskan kepada jajarannya bahwa dirinya akan memberikan dukungan penuh terhadap kelanjutan proyek yang mangkrak itu dengan catatan dikerjakan dengan benar.

"Enggak usah takut hal-hal yang kalau baik pasti saya back up, kalau yang baik. Tapi kalau yang ngga bener-bener hati-hati, hati-hati," tutur Jokowi. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help