TribunPekanbaru/

Pansus Ranperda PTSP Minta Pemko Ubah Semua Isi Draf, Ini Penyebabnya

"Memang kita tidak beri deadline ke Pemko. Tapi kita minta paling lama hingga akhir Maret, semua rekomendasi draf yang diinginkan, sudah selesai,"

Pansus Ranperda PTSP Minta Pemko Ubah Semua Isi Draf, Ini Penyebabnya
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Target Pansus DPRD akan mengesahkan dalam Bulan Maret ini, Ranperda Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pekanbaru, nampaknya tidak bakal terealisasi. Hal ini disebabkan, karena isi draf Ranperda, tidak sesuai dengan harapan.

Pemko hanya fokus memasukkan Undang-undang dan aturan pendamping, di dalam draf. Sementara rekomendasi staf ahli, bahwa draf Ranperda tersebut harus memuat mengenai sanksi, biaya dan kepastian lamanya waktu pengurusan perizinan. Sehingga arah dan tujuan Ranperda ini dibahas dan disahkan menjadi Perda nanti, sesuai dengan harapan semua pihak.

Karena itu, Pansus DPRD meminta agar Pemko mengubah semua isi Ranperda tersebut secepatnya. "Memang kita tidak beri deadline ke Pemko. Tapi kita minta paling lama hingga akhir Maret nanti, semua rekomendasi draf yang diinginkan, sudah selesai," tegas Ketua Pansus PTSP DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi, Minggu (19/3/2017) kepada Tribunpekanbaru.com.

Seperti diketahui, jumlah perizinan di Kota Pekanbaru sebanyak 107 perizinan. Dari jumlah tersebut, 104 perizinan gratis atau tidak dipungut biayanya, saat masyarakat mengurusnya. Sedangkan 3 perizinan yang bayar retribusi atau pajaknya.

Hal ini sesuai dengan UU No 28 Tahun 2009, tentang Retribusi dan Pajak. 3 perizinan yang bayar tersebut yakni izin gangguan (HO), izin mendirikan bangunan (IMB)dan izin racun api.

Lebih lanjut ditekankan Pansus, kata Dewi, tim Pemko jangan sampai membuat draf Ranperda dengan copy paste. Apalagi draf yang wajib dimasukkan tersebut, tentang sanksi, biaya dan lamanya waktu pengurusan perizinan. Tentunya ini ikhwal baru dari semua Ranperda yang ada. (*)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help