TribunPekanbaru/

Jelang Berakhirnya Operasi Simpatik Siak 2017, Satlantas Polresta Pekanbaru Libatkan Polwan Cantik

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Budi Setiawan mengatakan, kehadiran polwan-polwan dari Satlantas

Jelang Berakhirnya Operasi Simpatik Siak 2017, Satlantas Polresta Pekanbaru Libatkan Polwan Cantik
TRIBUNPEKANBARU.COM/BUDI RAHMAT
Kehadiran polwan-polwan dari Satlantas Polresta Pekanbaru saat giat Operasi Simpatik Siak 2017, Senin (20/3/2017) memberikan nuansa berbeda dari hari-hari sebelumnya. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kehadiran polwan-polwan dari Satlantas Polresta Pekanbaru saat giat Operasi Simpatik Siak 2017, Senin (20/3/2017) memberikan nuansa berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Para polwan ini tidak hanya sekedar ikut dalam menindak tegur pelanggar namun juga dengan pola pendekatan memberikan pemahaman bagi pengendara. Maka tak heran pola pendekatan seperti itu justru menjadikan pengendara cepat akrab dan antusias mendengarkan pemaparan yang disampaikan terkait tertib di jalan raya.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Budi Setiawan mengatakan, kehadiran polwan-polwan dari Satlantas Polresta Pekanbaru setidaknya bisa memberikan pola pendekatan yang berbeda.

"Semua personel lantas punya kemampuan untuk memberikan pencerahan pada pengendara sesuai dengan tugas dan fungsinya. Namun dengan kehadiran polwan setidaknya ada pendekatan lain," ujar Budi Setiawan.

Pendekatan menurutnya bagaimana upaya Satlantas untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat pengendara saat beraktifitas di jalan raya. Operasi Simpatik Siak 2017 memang menekankan pada pola pendekatan pada pengendara. Edukasi dan sosialisasi bagaimana menjadi pelopor keselamatan.
Operasi Simpatik Siak 2017 akan berakhir, Selasa (21/3/2017) besok.

Dari data Satlantas Polresta pekanbaru sampai hari ini sudah mengeluarkan 2363 surat tilang tegur.
Evaluasi dari lapangan pengendara paling banyak melakukan pelanggaran tidak menggunakan helm yakni sebanyak 1143. Kemudian pelanggaran rambu-rambu sebanyak 204.

"Pada umumnya usia pengendara yang banyak melakukan pelanggaran 20 smapai 30 tahun. Dengan jumlah pelanggaran yang dilakukan sebanyak 497," papar Budi Setiawan.

Meski Operasi Simpatik Siak 2017 akan berakhir, Budi Setiawan meminta dan menghimbau pengendara senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas.

"Berbagai rambu dan aturan yang dibuat untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara. Jadi kesadaran tersebut harus terus diterapkan dalam aktifitas berkendara," pungkas Budi Setiawan. (*)

Penulis: Budi Rahmat
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help