Polisi Periksa Pihak Terkait Karamnya Kapal Marcopolo di Tepian Sungai Siak

Kepolisian berencana memeriksa sejumlah pihak terkait peristiwa karamnya kapal Marcopolo 129 saat bersandar di tepian Sungai Siak.

Polisi Periksa Pihak Terkait Karamnya Kapal Marcopolo di Tepian Sungai Siak
TribunPekanbaru/Rizky Armanda
Kapal Marcopolo 129 yang tengah bersandar di tepian Sungai Siak, tepatnya di pelabuhan Siak Haska Kemasindo (SHK) di Jalan Tanjung Datuk, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru karam, Senin (13/3/2017) sekitar pukul 13.30 WIB. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terkait peristiwa karamnya kapal Marcopolo 129 saat bersandar di tepian Sungai Siak, tepatnya di dermaga Siak Haska Kemasindo, Senin (13/3/2017) lalu hingga merenggut korban jiwa, pihak kepolisian berencana memeriksa sejumlah pihak.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Kawasan Pelabuhan AKP Joelly Afdal melalui Kanit Reskrim Ipda Letman Zainuddin kepada tribunpekanbaru.com, Senin (20/3/2017).

"Sejumlah pihak akan kita panggil untuk diperiksa dan dimintai keterangannya terkait peristiwa yang sampai menyebabkan korban jiwa ini," tegasnya.

Dikatakan Letman, hari ini pihaknya sudah memanggil Kepala Kantor Syahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk diperiksa.

"Hari ini Kepala KSOP kita panggil untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan sedang berlangsung," jelasnya.

Dalam hal ini dikatakan Letman, pihak KSOP akan dimintai keterangan tentang status dan keberadaan kapal Marcopolo 129 yang menurut informasi dari masyarakat sudah bersandar sekitar 5 tahun tersebut.

"Semua yang menyangkut tentang kapal tersebut akan kita mintai keterangan. Mulai dari perijinan, status, dan lain-lain," katanya.

Sebelumnya, kapal Marcopolo 129 yang tengah bersandar di tepian Sungai Siak, tepatnya di pelabuhan Siak Haska Kemasindo (SHK) di Jalan tanjung Datuk, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru mengalami karam, Senin (13/3) sekitar pukul 13.30 WIB.

Dalam peristiwa karamnya kapal ini, satu orang tewas diketahui tenggelam dan hilang.

Korban atas nama Tengku Muhammad Taufik Kurniawan, pelajar Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) asal Aceh.

Dari data yang dirilis pihak kepolisian, saat itu korban bersama tiga orang rekan lainnya masing-masing masing-masing Rahmad Pratama, Reza Kamal, dan Feri Ramazana yang juga merupakan pelajar Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) asal Aceh menginap di kapal yang tengah bersandar tersebut.

Menurut informasi, kapal tersebut sudah lama rusak dan dibiarkan bersandar di sana sekian lama.

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help