TribunPekanbaru/

Setelah Barbershop, Kali ini Sebuah Coffee Shop Pekerjakan Wanita dengan Pakaian Bikini

Coffee shop atau toko kopi ini menjadi kontroversi karena mempekerjakan wanita-wanita dengan pakaian bikini

Setelah Barbershop, Kali ini Sebuah Coffee Shop Pekerjakan Wanita dengan Pakaian Bikini
dailymail
Coffee shop yang mempekerjakan barista wanita dengan pakaian bikini 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Setelah sebelumnya sebuah barbershop menjadi viral karena mempekerjakan wanita tanpa busana di tempatnya, kali ini sebuah coffee shop atau toko kopi yang kembali menyita perhatian publik.

Hal ini dikarenakan coffee shop tersebut mempekerjakan wanita-wanita dengan pakaian bikini sebagai barista.

Dilansir dari dailymail pada Senin (20/3/2017) toko kopi itu bernama Bikini Beans Espresso yang terletak di Washington dan juga memiliki cabang di Arizona.

Bikini Beans Espresso, Model bisnis ini telah sukses menarik perhatian pelanggan terutama kaum pria
Bikini Beans Espresso, Model bisnis ini telah sukses menarik perhatian pelanggan terutama kaum pria (dailymail)

Selain mengenakan bikini, sejumlah pelayan lainnya juga tampak tampil lebih terbuka dengan mengenakan stiker sebagai penutup tubuh bagian atasnya.

Carlie Jo sang pemiliki toko telah sukses besar karena mendapatkan rating tinggi pada situs kuliner Yelp dan juga mempu menjaring puluhan ribu pengikut di media sosialnya.

Barista sebuah coffee shop yang mengenakan bikini
Barista sebuah coffee shop yang mengenakan bikini (dailymail)

Walaupun demikian pakaian bikini oleh pelayan dianggap mendiskreditkan gender wanita.

Akan tetapi Carlie bersikeras yang dia lakukan bukan bagian merendahkan martabat perempuan.

Dalam situsnya pihak toko menyatakan bahwa mereka sebagai toko barista bikini pertama di Arizona, mereka ingin menunjukkan kekuatan perempuan, sehingga mereka bisa menjadi diri mereka sendiri.

"Wanita dimana-mana memiliki hak untuk memilih, menjadi gay, untuk menjadi pemimpin masyarakat yang berhasil dan pemilik bisnis, atau bahkan mencalonkan diri sebagai presiden!
"Kami memiliki hak untuk bekerja dengan kerelaan, keyakinan dan martabat, tidak peduli apakah itu dalam setelan bisnis, scrub, atau bikini." tulis mereka.

Hal ini tentu tidak mengherankan bila model bisnis ini tampak menarik bagi kaum pria.

Bahkan sejumlah orang memberikan pujian melalui Facebook karena memiliki staf yang cantik.

Walupun demikian tetap saja sejumlah pihak tetap mengecam keberadaan toko kopi ataupun restoran yang mempekerjakan pelayan dengan pakaian minim.

Mereka beranggapan bahwa itu menjadi bagian dari eksploitasi perempuan.

Bahkan mereka juga menilai bahwa hal seperti ini nantinya akan berpengaruh bagi anak-anak usia dini bila mengetahuinya.(*)

Penulis: Teddy Yohannes Tarigan
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help