Sungai Nilo Rawan Meluap, DLH Pelalawan Imbau Perusahaan Lakukan Normalisasi

"Kita minta perusahaan untuk melakukan normalisasi yang berada di arealnya. Sungai ini bukan pendangkalan,

Sungai Nilo Rawan Meluap, DLH Pelalawan Imbau Perusahaan Lakukan Normalisasi
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Hingga Senin (20/3) jalan koridor Langgam masih ditutup total untuk semua jenis kendaraan. Penutupan dilakukan sejak Jumat (18/3) pekan lalu. Akibat banjir yang melanda Kecamatan Langgam dan sekitarnya. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Johannes Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan mengimbau perusahaan yang ada di sepanjang Sungai Nilo, agar melakukan normalisasi. Pasalnya sungai itu sering meluap dua tahun terakhir.

Kepala DLH Pelalawan, Syamsul Anwar, kepada tribun Senin (20/3) menjelaskan, kondisi Sungai Nilo saat ini memang rawan banjir. Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam di Kecamatan Ukui menjadi sasaran dikala sungai ini meluap. Hal ini disebabkan daya tampung sungai yang terpanjang di Kabupaten Pelalawan itu tidak mencukupi lagi. Alhasil air yang dikirim dari hulu meluber hingga ke perkampungan dan merendam permungkiman masyarakat.

"Kita minta perusahaan untuk melakukan normalisasi yang berada di arealnya. Sungai ini bukan pendangkalan, tapi menyempit akibat kayu-kayu dan tanaman lainnya," ujar Syamsul Anwar saat ditemui di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan.

Dijelaskannya, Sungai Nilo membentang mulai dari Kabupaten Kuangsing hingga Pelalawan serta mengalir dari Kecamatan Ukui sampai ke Pangkalan Kuras. Sungai ini juga melewati enam perusahaan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Diantaranya PT RAPP, PT Arara Abadi, PT Musim Mas, PT Surya Bratasena, PT Safari Riau, dan PT Langgam Inti Hibrindo. (*)

Penulis: johanes
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help