TribunPekanbaru/

Dosen UIN Suska Jadi Tersangka Penganiayaan, Ini Penyebabnya

Penganiayaan merupakan buntut dari persoalan tanah di Perumahan Fajar Kualu Damai I.

Dosen UIN Suska Jadi Tersangka Penganiayaan, Ini Penyebabnya
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru. Nando 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim ditetapkan menjadi tersangka oleh Kepolisian Sektor Tambang. Penetapan tersangka itu atas laporan seorang kakek 61 tahun yang diduga dianiaya sang dosen.

Wardi, sang kakek, melapor pada hari dia dianiaya, 21 Februari 2017 lalu. Adapun terlapor adalah dosen, EL dan YL seorang pensiunan TNI. Keduanya warga Perumahan Fajar Kualu Damai I, Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang. EL atau akrab disapa Elev merupakan Ketua RT 02 RW 01 Dusun I.

Menurut Wardi yang tinggal di Pondok Pesantren Nurul Hafiz Qur'an, Jalan Palapa, Desa Baru Kecamatan Siak Hulu, EL pertama sekali menonjok matanya sebelah kanan. Kemudian diikuti YL. "Mata saya bengkak. Ada hasil visum di polisi," katanya, Selasa (21/3/2017).

Wardi mengatakan, kala itu, EL berupaya memprovokasi warga yang lain. Namun warga tidak terpancing.

"Dibilang, bunuh, bakar. Bikin rusuh dia itu," ujarnya.

Penganiayaan merupakan buntut dari persoalan tanah di Perumahan Fajar Kualu Damai I. Wardi mengaku sebagai pemilik awal tanah di perumahan itu atau si penjual tanah kepada pihak pengembang pada tahun 2004 silam.

Wardi menjelaskan, jual beli tanah dengan sistem bagi hasil.

"Saya dapat 20 rumah. Tanah yang nggak dibangun, kembali sama saya. Dalam perjanjian (dengan pengembang) di notaris, begitu," katanya.

Belakangan setelah menjadi Ketua RT, EL malah mengklaim kepemilikan tanah kosong yang tidak dibangun pengembang. Menurut Wardi, EL beralasan tanah itu untuk fasilitas umum. Bahkan, ia melanjutkan, EL telah mengambil tanah kosong selebar 60 centimeter di sebelah rumahnya.

Halaman
12
Penulis: nando
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help