TribunPekanbaru/

EKSKLUSIF

Incar Pelajar Jadi Kurir, Kasus Narkotika di Riau Meningkat 20 Persen

Kebanyakan pelanggannya merupakan kalangan anak muda di bawah umur 25 tahun. Ada juga pelajar SMA.

Incar Pelajar Jadi Kurir, Kasus Narkotika di Riau Meningkat 20 Persen
Internet

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus penyalahgunaan narkotika di Riau pada 2016 lalu meningkat signifikan dan makin mengkhawatirkan, yakni 20,38 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Itu tidak terlepas dari keuntungan menggiurkan dari ‘bisnis’ haram tersebut.

Sebut saja At, pria lajang berusia 27 tahun, yang dalam tiga tahun terakhir menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Pekanbaru. Jutaan rupiah bisa didapatnya dalam seminggu. Pelanggan mengunjungi rumah kontrakannya atau bertemu di tempat yang disepakati.

"Kalau bertemu di suatu tempat, biasanya saya mencari tempat yang sepi seperti jalanan gelap,” ujarnya kepada Tribun, pekan lalu.

Kalau membawa sabu ke luar rumah, pemuda menyelipkan barang tersebut di tempat-tempat yang tidak terpikirkan seperti dalam sepatu atau jam yang sudah dimodifikasi.

Ia tidak pernah membawa banyak.  "Paling hanya dua atau tiga paket kecil berukuran kurang lebih 0,5 gram per paketnya,” kata dia.

Dia mengaku barang haram tersebut sering diperolehnya dari Kampung Dalam, Pekanbaru. Untuk itu, dia perlu jutaan rupiah untuk menyetok sabu.

Dia tidak mau borong banyak. Rela berulang kali pulang pergi membeli sabu untuk stok.

"Kalau beli langsung banyak, sedikit berbahaya bang. Pasalnya, kalau ketahuan aparat payah menyelamatkan diri," ucapnya.

"(Saat dijual kembali) Harga saya yang tentukan mau ambil untung berapa. Yang konsumsi itu biasanya terima-terima saja," imbuhnya.

Kebanyakan pelanggannya merupakan kalangan anak muda di bawah umur 25 tahun. Ada juga pelajar SMA.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help