Mana yang Lebih Sehat, Sayur yang Dimakan Langsung atau Dijus?

Namun, menurut Brigitte Zeitlin, MPH, RD, CDN, spesialis gangguan pencernaan, diabetes, manajemen berat

Mana yang Lebih Sehat, Sayur yang Dimakan Langsung atau Dijus?
Shutterstock
Buah merupakan sumber antioksidan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Manfaat sehat sayuran akan lebih banyak didapat jika memakannya ketimbang meminumnya dalam bentuk jus.

Jus sayuran telah menjadi tren kesehatan baru yang gemari.

Dinilai sangat efektif dalam "membersihkan" hingga mengoptimalkan kinerja organ pencernaan.

Namun, menurut Brigitte Zeitlin, MPH, RD, CDN, spesialis gangguan pencernaan, diabetes, manajemen berat badan dan nutrisi perempuan, “janji” itu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Saat sayuran diubah menjadi minuman, akan kehilangan banyak nutrisi sehingga merasa lebih cepat lapar setelahnya, papar Zeitlin.

Buah-buahan dan sayuran yang digunakan dalam jus tidak lagi memiliki manfaat kesehatan yang sama dengan sayuran yang dikunyah langsung di dalam mulut.

Alasan utamanya ialah karena jus menghancurkan serat sayuran.

“Serat merupakan salah satu unsur penting dalam sayuran yang membantu merasa kenyang dengan sehat, meningkatkan kesehatan usus, membantu mengatur gula darah, melawan penyakit kronis (seperti kanker dan diabetes), dan membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat," kata Zeitlin.

“Sayangnya, selain menghilangkan serat, proses pembuatan jus sayuran juga dapat menghancurkan beberapa vitamin dan mineral, sehingga yang tersisa hanyalah kandungan gula,” imbuhnya.

Terutama bila membeli jus kemasan, walaupun label mengatakan "tidak ada tambahan gula," jus tersebut masih mengandung konsentrasi gula dari buah-buahan dan sayuran.

Sehingga, minum jus sayuran kemasan justru akan menyebabkan kadar gula darah naik drastis, membuat lapar, dan akhirnya menyebabkan makan berlebihan. (Kompas.com/Ayunda Pininta)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help