TribunPekanbaru/
Home »

Bisnis

» Makro

Riau Masih Potensial Kembangkan Tanaman Pangan

Termasuk memastikan lahan untuk tanaman pangan ini tidak menyusut lagi hingga memastikan petani mendapat penyuluhan dan pendampingan.

Riau Masih Potensial Kembangkan Tanaman Pangan
TribunPekanbaru/Afrizal
Ketahanan pangan menjadi bahasan Forum Diskusi Ekonomi dan Outlook Regional Riau di Kantor Perwakilan BI Riau, Kamis (23/3). Selain Kepala BI Kpw Riau, Siti Astiyah, hadir juga Wakil Rektor IPB serta perwakilan Kementrian Pertanian 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Afrizal

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Riau masih berpotensi mengembangkan tanaman pangan. Dengan jumlah petani tanaman pangan mencapai 85 ribu, propinsi ini memiliki peluang yang sangat besar. Petani cukup bertani menggunakan teknologi budidaya yang bagus untuk meningkatkan hasil pertanian.

"Petani tanaman pangan jumlahnya banyak kok. Ada 85 ribu. Jumlah ini kita pertahankan jangan sampai turun. Kalaupun turun, misal ada 50 ribu lagi tersisa. Yang 50 ribu ini harus bertani menggunakan teknologi budidaya yang bagus, " ujar pakar pangan IPB, Hermanto Siregar, usai Forum Diskusi Ekonomi dan Outlook Regional Riau di Kantor Perwakilan BI Riau, Kamis (23/3).

Petani lanjut Wakil Rektor IPB ini memiliki pola pikir sederhana. Bila mereka menerapkan suatu teknologi dan mendapatkan penghasilan yang lebih, maka mereka akan mempertahankan pertanian. Namun, sebaliknya, jika dibiarkan saja dan produksi menurun, maka mereka akan meninggalkan pertanian.

Political Will menjadi hal yang mutlak dimiliki untuk menghidupkan kedaulatan pangan.

Tanaman pangan harus dipandang sebagai komoditas strategis. Mungkin, dalam memberikan pendapatan pada negara belum seberapa. Namun memenuhi kepentingan asasi pada manusia.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Termasuk memastikan lahan untuk tanaman pangan ini tidak menyusut lagi hingga memastikan petani mendapat penyuluhan dan pendampingan.

Memang, lanjut Hermanto, jika sudah menanam sawit, agak sulit bila dikembalikan untuk bertanam padi. Namun, lahan pertanian tanaman pangan yang masih ada saat ini jangan sampai terkonversi lagi. Selain itu perlu dicari teknologi produksi dan varietas yang bisa ditanam di lahan marginal.

Ketahanan dan kedaulatan pangan memang menjadi bahasan utama dalam Forum Diskusi Ekonomi dan Outlook Regional Riau. Dipimpin Kepala BI Kantor Perwakilan Riau, Siti Astiyah, diskusi ini juga mendatangkan pembicara dari Kementerian Pertanian.

"Ketahanan pangan menjadi concern nasional yang disesuaikan kebijakan daerah masing-masing," katanya.

Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian, Handewi Purwati Salim, menuturkan peningkatan produksi pangan pokok strategis untuk memantapkan ketahanan pangan membutuhkan kerja keras dan sinergi dengan semua pihak terkait. Guna meningkatkan kapasitas produksi pangan dan komoditas pertanian lain yang menjadi andalan Riau maupun Sumatera secara umum, perlu dikembangkan industrialisasi pedesaan. Hal ini bisa dilakukan dengan modernisasi pertanian, menarik tenaga muda ke sektor pertanian, meningkatkan produktivitas, menekan kehilangan hasil dan diversifikasi pangan. (*)

Penulis: Afrizal
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help