TribunPekanbaru/

Bayi Anda Sebaiknya Tidak Dicium-cium Orang Lain, Ini Alasannya

Penularan virus herpes ini disebabkan karena orang lain mencium bayinya tepat di bibir, sehingga dokter

Bayi Anda Sebaiknya Tidak Dicium-cium Orang Lain, Ini Alasannya
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Siapa yang bisa menahan gemas dari pipi bayi yang gemuk dan kulitnya yang begitu lembut dan wangi.

Orang lain pasti memiliki rasa ingin mencium dan menggendong bayi, terutama bila Ibu memiliki bayi di rumah atau ketika bepergian. Sayangnya, kebiasaan orang lain ini dapat berbahaya bagi si kecil, Bu!

Sebagai contoh, kasus yang menimpa seorang ibu bernama Claire Henderson, asal Doncaster, Inggris. Baru-baru ini ia mengunggah foto bayinya yang dirawat di rumah sakit dengan luka dari virus herpes.

Penularan virus herpes ini disebabkan karena orang lain mencium bayinya tepat di bibir, sehingga dokter menemukan virus herpes pada dagu, pipi, dan bibirnya.

Luka dingin disebabkan oleh virus herpes. Ada dua jenis virus herpes, yaitu virus herpes oral (HSV-1) dan virus herpes genital (HSV-2).

Menurut CDC, lebih dari setengah populasi mengidap virus herpes oral. Dan, bahaya untuk bayi adalah bayi usia di bawah tiga bulan tidak mampu melawan virus dan dapat mengubahnya menjadi sangat mematikan.

American Academy of Pediatrics (AAP) memperingatkan bahwa herpes pada bayi dapat menyebabkan penyakit serius.

Herpes pada bayi, terutama bayi yang baru lahir, selalu membutuhkan rawat inap dan pengobatan. Virus dalam satu bentuk (HSV-1) dapat ditularkan ke bayi melalui ciuman, bahkan ditularkan dari ibu ke bayi selama kelahiran dalam bentuk (HSV-2) versi virus herpes genital.

Pada bayi baru lahir, virus akan menyerang organ ”Hati, paru-paru, dan sistem saraf pusat serta kulit, mata, dan mulut", jelas AAP.

Bahkan dengan pengobatan dan perawatan yang tepat, AAP memperingatkan bahwa herpes dapat menyebabkan penyakit serius dan bahkan kematian.

Claire mengunggah foto bayinya karena ia tidak tahu tentang bahaya penyebaran herpes melalui ciuman yang dilakukan orang lain terhadap anaknya yang masih bayi dan ingin memperingatkan kepada orangtua lain tentang tanda-tanda dan gejala.

Menurut AAP, beberapa dari tanda-tanda dan gejala herpes pada bayi meliputi: ruam, demam, iritasi pada kelopak mata atau mata di bulan pertama kehidupan, demam, pembengkakan kelenjar, serta kehilangan selera makan.

Kasus ini memberikan pesan kepada Anda semua bahwa jangan biarkan siapa pun mencium bibir bayi atau bayi yang baru lahir, bahkan jika orang lain tampak begitu sehat dan baik-baik saja.

Untungnya, Pediatrics menyatakan bahwa infeksi akibat virus herpes "biasa" untuk bayi, tapi tetap saja Ibu harus selalu mementingkan kesehatannya, bukan? (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help