Bengkalis

Pelaku Penganiayaan Apri Hadi Dituntut Hukuman Berbeda

Tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum keemam terdakwa yang merupakan personil Polres kepulaan Meranti ini dituntut dengan hukuman berbeda.

Pelaku Penganiayaan Apri Hadi Dituntut Hukuman Berbeda
TribunPekanbaru/Muhammad Natsir
Pembacaan Tuntutan Perkara Penganiayan Apri Hadi Honorer Dispenda Kepulauan Merant, Senin (17/4) 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Muhammad Natsir

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sidang lanjutan perkara penganiayaan mengakibatkan meninggalnya Apri Hadi honorer Dispeda kabupaten Kepulauan Meranti masuk pembacaan tuntutan, Senin (17/4d) Siang.

Dalam tuntutan yang di bacakan jaksa penuntut umum  keemam terdakwa yang merupakan personil Polres kepulaan Meranti ini dituntut dengan hukuman yang berbeda.

Diantaranya Anom Saputra dan Deni Yanzulni dituntut hukuman 7 tahun enam bulan penjara. Sedangkan Dedi Susandi Hutapean dan Beni Surya dituntut hukuman empat tahun.

Sementara R Eka dan Lisma Pendana Nasution dituntut hukuman dua tahun enam bulan penjara.

"Tuntutan mereka sesuai dengan Pasal 170 ayat ke dua dan ke 3 KUHP dimana keenam pelaku terbukti melakukan perbuatan kekerasan yang mengakibatkan matinya seseorang,"ungkap Jaksa Penuntut Umum Fengki usai Sidang tuntutan.

Menurut dia, perbedaan tuntutan dilakukan karena peran mereka juga berbeda beda. Ada yang turut serta dari awal ada juga yang hanya sekali melakukan penganiayaan.

Sementara itu sidang lanjutan pembacaan pledoi atau nota pembelaan akan dilakukan pada Rabu 26 April mendatang.

Seperti diketahui, ke enam pelaku diduga melakukan penganiayaan saat menangkap Apri Hadi Pratama pelaku penikaman personil Polres Kepulauan Meranti bernama Adil S Tambunan. Penganiayaan diduga dilakukan di perjalanan membawa Apri Hadi ke RSUD Kepulauan Meranti, di RSUD Kepulauan Meranti dan Klinik Polres Meranti pada tahun 2016 lalu.

Apri Hadi merupakan pelaku penikaman Aidil S Tambunan Personil Polres Meranti. Tidak lama setelah penikaman Aidil meningal dunia.(*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help