TribunPekanbaru/

Selain Menyebar Berita Hoax Chat Kapolri dengan Kapolda Jabar, Puji Pernah Posting Penghinaan Agama

Tersangka penyebar berita hoax di media sosial, Puji Anugrah Laksono, warga kecamatan Bantan, Bengkalis tidak hanya didakwa dengan undang undang ITE.

Selain Menyebar Berita Hoax Chat Kapolri dengan Kapolda Jabar, Puji Pernah Posting Penghinaan Agama
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Muhammad Natsir

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Tersangka penyebar berita hoax di media sosial, Puji Anugrah Laksono, warga kecamatan Bantan, Bengkalis tidak hanya didakwa dengan undang undang ITE.

Selain menyebar berita hoax chat Kapolri dengan Kapolda Jawa Barat (Jabar), ternyata sebelumnya Puji pernah beberapa kali memosting penghinaan terhadap agama.

Hal ini diungkap Kasi Pidana umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Bengkalis, Robi Harianto, Selasa (18/4/2017) siang.

"Dari penyidikan akun Facebook Puji, tim penyidik Cyber Mabes Polri menemukan postingan penghinaan terhadap Islam," kata Robi.

Berdasarkan temuan ini, pihaknya juga akan mendakwa pelaku dengan pasal lain.

"Kita akan bacakan dakwaan pasal 45 a ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 undang undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Serta di juntokan lagi pasal 207 dan 208 KUHP terkait penghinaan berunsur Sara yang disebarnya. Ancaman hukumannya enam tahun penjara," tandasn Robi.

Dakwaan tersebut akan dibacakan JPU dari Kejari Bengkalis pada sidang perdana, Rabu (19/4) besok.

Seperti diketahui, pada awal bulan Maret lalu, tim Cyber Mabes Polri melakukan penangkapan Puji di kediamannya desa Bantan Tua kecamatan Bantan.

Puji diduga melakukan penyebaran berita hoax dalam postingan facebooknya terkait chat Kapolri dengan Kapolda jawa barat.(*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$video

Filename: articles/video_pilihan.php

Line Number: 18

KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help