TribunPekanbaru/

Guru di Lima Desa Ancam Mogok, Disdikpora Kampar: Ke Kampar Aja

Sebelumnya, sebanyak 35 guru SD dan SMP di lima desa itu mengancam mogok kerja. Mereka kesal karena Surat

Guru di Lima Desa Ancam Mogok, Disdikpora Kampar: Ke Kampar Aja
TribunPekanbaru/Donny Putra
Hearing di kantor DPRD Rohul antara anggota dewan dan masyarakat dari lima desa 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Dampak polemik lima desa perbatasan Kabupaten Kampar dengan Rokan Hulu terhadap dunia pendidikan berimbas kepada guru. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kampar ikut prihatin dengan persoalan yangdikeluhkan para guru.

Sebelumnya, sebanyak 35 guru SD dan SMP di lima desa itu mengancam mogok kerja. Mereka kesal karena Surat Keputusan Serifikasi belum diterima. Akibatnya, mereka tidak mendapat uang sertifikasi.

Diterangkan oleh seorang guru, nama mereka sebagai penerima sertifikasi diberi tanda merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) daring. Mereka meyakini, ini desebabkan oleh polemik perbatasan yang tak kunjung berakhir.

Kepala Disdikpora Kampar, M. Yasir mengatakan, jika benar karena polemik perbatasan, masalah ini semestinya tidak perlu terjadi. Ia mengemukakan, guru yang bertugas di sekolah di lima desa masih menginduk ke Pemkab Rokan Hulu.

Ia menanggapi datar ancaman mogok kerja itu. "Sudah. Ke Kampar aja. Pasti selesai itu masalahnya," kata Yasir, Kamis (20/4/2017). Menurut dia, para guru masih digaji oleh Pemkab Rohul. Ia tidak tahu penyebab pasti SK Sertifikasi belum terbit.

Yasir sendiri tampaknya hilang akal untuk menarik kewenangan terhadap 10 sekolah di lima desa dari Rohul. Menurut dia, persoalan akan dapat diselesaikan jika kedua Kepala Daerah duduk bersama. "Gubernur juga dibawa. Dinas Pendidikan dari Kampar dan Rohul ikut," katanya.

Ditegaskan dia, polemik perbatasan terhadap pendidikan tidak akan terpecahkan jika saling klaim. Ia berharap semua pihak memikirkan nasib pendidikan di lima desa agar tidak tidak terganggu karena polemik perbatasan.

Selain guru, masalah perbatasan juga berdampak terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah. Satu sisi, 10 sekolah sudah teregistrasi masuk Kampar. Sementara, pelaksanaan UN dan UAS hingga penerbitan Ijazah masih menginduk ke Rohul. (*)

Penulis: nando
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help