Home »

News

» Jakarta

MUI: Janji atau Nazar Potong Payudara Tidak Boleh Ditunaikan

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam mengatakan, Nazar atau janji dalam Islam seharusnya untuk hal yang baik-baik.

TRIBUNPEKANBARU, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal nazar, atau janji seorang ibu yang ingin memotong payudaranya jika Anies Sandi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam mengatakan, Nazar atau janji dalam Islam seharusnya untuk hal yang baik-baik. 

Baca: Wanita ini Tepati Janjinya Potong Payudara Jika Anies-Sandi Menang! Alasannya Bikin Kaget!

Baca: VIDEO: Heboh! Ibu Muda Ini Siap Potong Payudara Jika Anies-Sandi Menang

Nazar bukan untuk menyakiti diri sendiri, atau untuk hal yang buruk.

Kalau itu dilakukan, hukumnya dalam agama haram atau dilarang.

"Nazar untuk berbuat dosa dan aniaya itu tdak diperkenankan," ujarnya kepada Warta Kota, Kamis (20/4/2017). 

Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini menambahkan, lantaran janjinya itu untuk sesuatu yang buruk, maka tidak perlu dilakukan. 

"Tidak perlu ditunaikan," tegasnya.

Meski tidak diketahui apakah ibu itu pemeluk agama Islam atau bukan, namun janji memotong payudara itu disarankan sebaiknya tidak dilakukan. 

Halaman
12
Editor: M Iqbal
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help