Cabai Sulit Tumbuh di Pekarangan Warga Riau 

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk cabai keriting di Provinsi Riau ternyata tidak berjalan dengan lancar.

Cabai Sulit Tumbuh di Pekarangan Warga Riau 
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Cabai merah dijajakan di Pasar Sago Pekanbaru, Jumat (23/12). Meski harga cabai merah sempat menembus harga Rp 100 ribu/kg nya beberapa waktu yang lalu, kini harga cabai tersebut mulai turun dikisaran harga Rp 65 ribu/kg, menurut para pedagang, hal ini dikarenakan pasokan yang sudah berangsur-angsur stabil, terutama dari Provinsi Sumatera Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk cabai keriting di Provinsi Riau ternyata tidak berjalan dengan lancar. Banyak bibit cabai yang dibagikan pemerintah dan swasta tidak tumbuh subur.

Menurut keterangan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah ini disebabkan kondisi cuaca di Riau berbeda dengan daerah lainnya di Sumbar dan Provinsi lainnya ditanah air yang cabainya bisa tumbuh.

"Kita akui kalau cabai keriting sangat sulit tumbuh di Riau. Karena Riau panas,"ujar Darmansyah.

Namun, meskipun cabai keriting gagal di Riau, cabai rawit ternyata bisa tumbuh dan berhasil di Riau. Ini sudah terlihat dari banyaknya pekarangan masyarakat di Riau yang sudah hasilkan cabai.

"Optimalisasi pemanfaatan pekarangan Memang berat, cuma cabai rawit yang bisa tumbuh dengan baik dan sudah berhasil,"ujarnya.

Namun demikian, Pemerintah bersama swasta di Riau sendiri mendukung juga tanam lainnya di pekarangan terutama sayur-sayuran. Tujuannya untuk memenuhi konsumsi sayur seimbang.

"Jadi tujuanya agar ada keseimbangan makan nasi dan sayur serta buah. Jadi itulah arahannya agar menanami pekarangan,"jelasnya.

Sementara apakah kedepan akan tetap diberikan kepada masyarakat melalui program  KRPL, menurut Dinas Ketahanan Pangan akan lakukan evaluasi dan analisis terhadap kebutuhan sayur buah masyarakat.

"Dan tentu ada formulasi melalui inovasi nantinya yang akan dibuat pemerintah. Tujuannya agar memanfaatkan pekarangan rumah,"jelas Darmansyah. (*) 

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: Nasyuha
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help