TribunPekanbaru/

EKSKLUSIF

Demi Anak dan Mamanya yang Sakit, Dewi Jalani Profesi Sopir Taksi

Profesi yang banyak ditekuni oleh kaum pria ini dinilai Dewi pekerjaan yang cukup sulit.

Demi Anak dan Mamanya yang Sakit, Dewi Jalani Profesi Sopir Taksi
Foto/Istimewa
Dewi Siska Yanti 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dewi Siska Yanti tidak menyerah menghadapi kenyataan hidup tanpa suami sejak 12 tahun yang lalu. Ia terus berjuang menghidupi keluarga, termasuk dengan menjalani profesi sebagai sopir taksi seperti sekarang ini.

Ditemui Tribun di rumahnya, Jalan Kandis, Gang Tanjung, Tangkerang Utara Bukit Raya, Pekanbaru, Rabu (19/4/2017), Dewi mengatakan ia sudah tiga tahun menjalan profesi ini.

Hal tersebut dilakukan lantaran usaha makanan yang sebelumnya dilakukan bersama sang ibu tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

"Dulu itu saya jualan makanan sarapan. Karena mama saya sakit-sakitan, akhirnya saya putuskan untuk tutup, dan menjadi pengemudi," terang Dewi.

Profesi yang banyak ditekuni oleh kaum pria ini dinilai Dewi pekerjaan yang cukup sulit.

Namun karena harus membiayai keluarga, hal itu ia lakoni dengan penuh semangat, kerja keras dan ikhlas.

Perempuan berusia 42 tahun ini bertekat agar pendidikan dua orang anaknya terus lanjut, meski setiap hari berangkat kerja usai subuh dan pulang pada pukul sembilan malam.

Ia bekerja sampai malam dengan harapan penghasilan lebih banyak.

"Berat memang, tapi harus tetap dijalankan agar anak-anak tetap sekolah. Kalau bisa, mereka terus sampai ke jenjang yang lebih tinggi, tuntas kuliahnya,” kata dia.

“Anak pertama saya laki-laki berumur 22 tahun, kini sedang semester akhir di Universitas Riau jurusan manajemen. Satu lagi kelas dua SMP, umurnya 13 tahun," kata Dewi.

Dia bangga kedua anaknya berprestasi secara akademik. Terutama putranya, yang menerima beasiswa dari perusahaan taksi tempat Dewi bekerja.

Kadang rasa jenuh muncul, tapi cepat ia tepis jauh-jauh.

"Bagi saya anak adalah nomor satu. Saya berharap mereka bisa sukses di masa depan. Sekarang mikirin anak dulu, untuk diri sendiri nantilah," ungkap Dewi. (TRIBUN PEKANBARU CETAK/ale/cr7/cr2)

Bagaimanakah kisah perjuangan kaum perempuan di Riau? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru EDISI HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

LIKE/SUKA Fanspage Facebook: Tribun Pekanbaru, FOLLOW Twitter & Instagram: @tribunpekanbaru, SUBSCRIBE Channel Youtube: Tribun Pekanbaru

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help