TribunPekanbaru/
Home »

News

» Jakarta

FPI: Faktor Agama Jadi Penentu Kemenangan Anies-Sandi

Gerakan-gerakan yang diinisiasi FPI seperti subuh keliling, dapat menggerus suara Basuki atau Ahok.

FPI: Faktor Agama Jadi Penentu Kemenangan Anies-Sandi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Umat Muslim mengikuti aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Aksi yang diikuti ribuan orang itu menuntut pemberhentian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang telah menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Front Pembela Islam beranggapan faktor agama masih jadi penentu dalam perolehan suara pada Pemilihan Kepala DKI Jakarta.

Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno mengungguli pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan selisih 15-18 persen suara pemilih.

Menurut Juru Bicara FPI, Slamet Ma'arif faktor agama masih jadi penentu dalam pemilihan.

Gerakan-gerakan yang diinisiasi FPI seperti subuh keliling, dapat menggerus suara Basuki atau Ahok.

Misalnya di wilayah Kepulauan Seribu. Pada putaran pertama, Ahok mendapatkan 5.532 suara, sedangkan Anies mencapai 4.851 suara. Di putaran kedua keadaan berbalik, Anies 8.796 suara (62,0 persen), Ahok 5.391 suara (38,0 persen).

"Ini terbukti di Kepulauan Seribu, yang tadinya Ahok bisa unggul di Kepulauan Seribu dengan 1.000 suara. Untuk putaran kedua setelah kita safari dakwah, kami berjuang di sana, memberikan simpati keagamaan umat di sana," ujar Slamet saat dihubungi wartawan, Kamis (20/4/2017).

Dengan diunggulkannya Anies berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, ucap Slamet, FPI berharap Anies-Sandi memenuhi janji-janjinya selama masa kampanye.

"Kami berharap Pak Anies dan Sandi untuk membuktikan semua janji-janjinya. Untuk membangun Jakarta yang lebih baik lagi," ujar Slamet.

Anies-Sandi diharapkan tidak menimbulkan kegaduhan antar umat beragama. Terutama tak menyinggung keyakinan agama.

"Itu kami selalu bilang ke Pak Anies tetap menjunjung kebhinekaan dengan tidak melupakan mayoritas umat Islam di Jakarta," ujar Slamet.

Berdasarkan hasil hitung cepat litbang Kompas, Ahok hanya meraih 42 persen suara, sedangkan Anies 58 persen.

Secara umum, Pilkada DKI Jakarta berlangsung lancar. Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan, mobilisasi massa dari luar daerah bisa diatasi polisi.

“Berdasarkan pantauan Polri, Pilkada DKI Jakarta berjalan aman terkendali dan tidak ada kejadian yang mengganggu jalannya pemungutan suara,” ujar Tito. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help