KPK Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Kegiatan Fiktif di Kementerian ESDM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu tersangka baru dalam kasus korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat, dan perawatan gedung

KPK Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Kegiatan Fiktif di Kementerian ESDM
KOMPAS.COM/LUCKY PRANSISKA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu tersangka baru dalam kasus korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat, dan perawatan gedung di Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.

"Ada pengumuman tersangka baru terkait kegiatan fiktif di Sekjen Kementerian ESDM di tahun anggaran 2013," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (21/4/2017) di KPK Kuningan, Jakarta Selatan.

Tersangka baru bernama Sri Utami (SU) seorang PNS di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berdasarkan hasil penyidikan KPK, diketahui
Sri Utami selaku Koordinator kegiatan pada satuan kerja di Sekjen Kementerian ESDM.

Saat itu, ia bersama-sama dengan Sekjen ESDM pada masa jabatan 2006-2013 Wayono Karno diduga telah melakukan tindakan memperkata diri sendiri atau koorporasi.

Perbuatannya diduga telah merugikan keuangan negara atau perekonomian negara terkait dengan sosialisasi di sektor energi sumber daya mineral.

"SU juga merugikan keuangan negara dengan melakukan kegiatan sepeda sehat dalam rangka sosialisasi hemat energi dan perawatan gedung kantor kementerian ESDM tahun anggaran 2012," tutur Febri.

Selain itu Sri Utami juga diduga mengatur pengadaan dan menerima komisi dari pelaksana pengadaan yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 11 miliar.

Atas perbuatannya, Sri Utami disangka melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999.

Sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Selain Sri Utama, sebelumnya KPK juga telah memproses mantan Menteri ESDM, Jero Wacik yang divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair enam bulan kurungan.

Hukuman bagi Jero Wacik juga ditambah berupa kewajiban mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 5.073.031.442 subsidair 2 tahun penjara.

Sementara Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno‎ divonis enam tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help