TribunPekanbaru/

Pasca Temuan Apotek dan Klinik Ilegal di Pekanbaru, Diskes Dirikan Posko Pengaduan

Obat-obatan yang tidak memiliki izin edar atau sudah kadaluarsa bisa berdampak terhadap kondisi kesehatan pasien.

Pasca Temuan Apotek dan Klinik Ilegal di Pekanbaru, Diskes Dirikan Posko Pengaduan
TribunPekanbaru/Dody Vladimir
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pasca temuan apotek dan klinik ilegal di Pekanbaru, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru akan membuka posko layanan pengaduan kepada masyarakat yang merasa dirugikan terkait ditemukannya sarana kesehatan yang tidak berizin tersebut.

Sejauh Dinas Kesehatan mengaku belum ada menerima laporan warga terkait hal tersebut.

"Kita akan gandeng YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) untuk menerima pengaduan masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda Suryani Munir, Jumat (21/4).

Helda mengungkapkan, obat-obatan yang tidak memiliki izin edar atau sudah kadaluarsa bisa berdampak terhadap kondisi kesehatan pasien.

Dengan adanya temuan apotek dan klinik yang menjual obat tidak memiliki izin dan sudah kadaluarsa tersebut, pihaknya khawatir ada warga yang menjadi korban dari kejahatan ini.

"Makanya kami minta kalau ada warga yang berobat di apotek atai klinik kemudian sakitnya tambah parah atau menemukan obatnya ternyata kadaluarasa silahkan melaporkan ke kami,"katanya.

Pihaknya meminta kerjasama masyarakat agar melaporkan ke Dinas Kesehatan Pekanbaru apabila merasa dirugikan dengan praktik ilegal kedua sarana kesehatan tersebut.

"Ini merupakan peringatan kita kepada sarana kesehatan lain di Pekanbaru agar mematuhi peraturan dan imbauan kita,"paparnya.

Dirinya menegaskan apabila imbauan untuk mematuhi regulasi tidak dilakukan, maka Dinas Kesehatan dan Penegak Hukum akan melakukan tindakan tegas kepada pengelola sarana kesehatan nakal.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help