TribunPekanbaru/

Penelitian Membuktikan Orang Narsis Senang Bikin Pasangannya Cemburu

Istilah "narsis" yang populer di masyarakat memang sering disalah artikan menjadi orang yang senang menonjolkan dirinya.

Penelitian Membuktikan Orang Narsis Senang Bikin Pasangannya Cemburu
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pasangan mengaku cinta tapi sering membuat cemburu, menggoda orang lain di depan Anda, atau senang membalas komentar di media sosial dari orang yang memujinya? Cek dulu, jangan-jangan si dia orang yang narsistik.

Menurut penelitian yang dilakukan Gregory Tortoriello, psikolog, orang dengan tingkat narsistik yang tinggi secara sengaja akan membuat pasangannya cemburu untuk mencapai tujuan tertentu, yakni kontrol dan meningkatkan rasa percaya dirinya.

Istilah "narsis" yang populer di masyarakat memang sering disalah artikan menjadi orang yang senang menonjolkan dirinya.

Para ahli psikologi menyebutkan bahwa kepribadian narsistik memiliki dua kategori. Pertama adalah grandiose narcissim, ditandai dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, cenderung ektrovert, dan ingin meraih segala sesuatu dengan cepat.

Kategori yang kedua adalah (narsisme rentan) vulnerable narcissism, yakni orang yang merasa berhak mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa peduli orang lain dan tega memanfaatkan orang lain untuk mendapat yang dimaui. Mereka cenderung kurang percaya diri dan insecure.

Tortoriello mengatakan, studi sebelumnya mengungkapkan orang yang narsistik sering gagal dalam hubungannya karena perilakunya yang senang menggoda orang lain yang lebih menarik.

"Perilaku itu impulsif dan orang yang narsis tidak bisa mengendalikannya," katanya.

Dalam penelitiannya, disimpulkan bahwa perilaku senang membuat pasangannya cemburu adalah alasan mengapa orang yang narsis sering "bermain api". Makin tinggi tingkat narsismenya, makin senang mereka jika pasangannya cemburu.

Pada orang dengan tipe grandiose narcissist, motivasinya adalah mendapatkan kuasa dan kendali dalam hubungannya. Sementara pada tipe kedua, mereka ingin menguji kekuatan hubungannya dan mencari rasa aman, sebagai kompensasi dari rendahnya kepercayaan diri.

"Mereka membakar cemburu secara sengaja," kata Tortoriello.

Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help