TribunPekanbaru/

Program Riau Terang 2019 Masih Terhambat Pembebasan Lahan

Banyak masyarakat yang masih belum setuju. Ada yang mengatakan karena takut radiasi dan berkaitan dengan kesehatan.

Program Riau Terang 2019 Masih Terhambat Pembebasan Lahan
MELVINAS\Tribun Pekanbaru
Ilustrasi

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meski gaweannya PT PLN Persero, program Riau Terang 2019 butuh kerjasama banyak pihak untuk bisa terwujud. Terutama dalam menyelesaikan hambatan pembebasan lahan.

Rachmat Basuki, Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Sumatera 2 mengatakan, setidaknya selama 2017 ini pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 10 gardu induk yang tersebar di Pekanbaru, Dumai, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kampar dan Pelalawan.

"Namun untuk pembangunan gardu induk tersebut kami masih mengalami kendala dalam hal penyediaan lahan," ujarnya.

Kendala ini sambungnya juga berkaitan dengan belum tuntasnya Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Riau. Contohnya Izin Penetapan Lokasi dan Pembebasan Tanah serta Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Perawang yang belum bisa diproses karena perda tentang RTRW belum disahkan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga terkendala masalah penolakan ganti rugi atas pembebasan lahan oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang masih belum setuju. Ada yang mengatakan karena takut radiasi dan berkaitan dengan kesehatan.

Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi di 10 kabupaten/kota tersebut, hingga ke kecamatan dan desa. "Tapi mungkin sosialisasi belum berbuah maksimal sehingga masih banyak masyarakat yang enggan membebaskan lahannya,” tuturnya.

Dijelaskannya, ada sekitar 2.283 titik tower yang sedang dan akan dibangun oleh pihaknya. Sementara, yang baru bebas saat ini adalah sebanyak 2.155 dan ada lagi sebanyak 128 titik lagi tapak tower yang belum dibangun karena lahannya belum dibebaskan.

Dia juga menambahkan, pihak PLN tidak bisa jalan sendiri dan harus bersinergi dengan stakeholder lainnya. Terutama pemerintah setempat karena pembangunan listrik tersebut juga demi kepentingan masyarakat Riau secara keseluruhan.

"Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah," ungkapnya.

Dengan berbagai persoalan pembebasan lahan serta RTRW, dua tahun menuju program Menuju Riau Terang bukanlah waktu yang lama. Apalagi jika tidak didukung dari berbagai elemen baik pemerintah maupun masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help