TribunPekanbaru/
Home »

Video

VIDEO EKSKLUSIF: Kursi Dewan Kerap Kosong, Rapat Paripurna Diundur

Dibeberapa kesempatan paripurna bahkan harus diundur dan dijadwal ulang karena anggota DPRD yang hadir tidak memenuhi kuorum.

Laporan reporter Tribunpekanbaru.com,Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kosongnya kursi anggota DPRD Riau saat rapat paripurna di DPRD Provinsi Riau seoalah bukanlah pemandangan asing.

Hal ini tentu saja akan menjadi penilaian negatif bagi masyarakat. Dibeberapa kesempatan paripurna bahkan harus diundur dan dijadwal ulang karena anggota DPRD yang hadir tidak memenuhi kuorum.

Bahkan baru-baru ini, saat rapat paripurna penyampaian program dua calon wakil Gubernur Riau, anggota DPRD Riau yang hadir hanya 35 orang saja. Artinya ada 30 kursi yang kosong dalam rapat tersebut karena total anggota DPRD Provinsi Riau sebanyak 65 orang.

Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Politik Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kota Pekanbaru, Arif Fahrburrozi menilai, tidak semenstinya hal tersebut terjadi. Karena rapat paripurna merupakan bagian dari tugas anggota DPRD.

"Kami tentu menyayangkan hal ini terjadi karena memang seharusnya tidak harus terjadi. Kalau tidak hadir berarti bentuk ketidak seriusan dari pada anggota DPRD dalam menuntaskan persoalan-perseoalan rakyat, " katanya.

Jika hal tersebut terjadi berlarut-larut maka,menurutnya akan semakin menambah deretan panjang ketidak percayaan masyarakat kepada anggota DPRD bahkan kepada lembaga DPRD.
Menurutnya, jika anggota DPRD tidak hadir dalam paripurna bisanya tengah asyik melakukan perjalanan dinas, sehingga hal ini perlu pula menjadi catatan supaya Ketua DPRD lebih selektif dalam memberikan izin anggota DPRD.

"Ketua harus selektif berikan izin, terutama diwaktu-waktu paripurna. Terlebih yang dibahas ini untuk rakyat," katanya.

Hal serupa disampaikan Habir Jais, sepengetahuan dia rapat paripurna kerap disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi lokal. Sehingga kosongnya kursi-kursi anggota DPRD di ruang rapat paripurna langsung disaksikan oleh masyarakat.

"Kalau anggota jarang hadir sama saja dengan menunjukan dan mempertontonkan keburukan mereka sendiri kepada masyarakat. Sementara masyarakat banyak menaruh harapan karena mereka menjadi wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat. Jangan salahkan kalau kemudian masyarakat tidak lagi menaruh kepercayaan kepada anggota DPRD yang tidak hadir tersebut, " pungkasnya. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$video

Filename: articles/video_pilihan.php

Line Number: 18

KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help