TribunPekanbaru/

EKSKLUSIF

Di Balik Keterbatasan Risma Mendulang Prestasi, 'Saya Tak Pernah Bayangkan ke Luar Negeri'

Ia mendapat kehormatan di kampusnya untuk mengikuti konferensi mahasiswa se-Asia Pasifik di Malaysia pada 2016 lalu.

Di Balik Keterbatasan Risma Mendulang Prestasi, 'Saya Tak Pernah Bayangkan ke Luar Negeri'
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Anak Putus Sekolah di Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG  - Kabupaten hasil pemekaran yang berada di pesisir, Kepulauan Meranti, tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka putus sekolah tertinggi di Riau.

Berbagai upaya dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat untuk menekan angka putus sekolah, khususnya pada pendidikan dasar.

Hal itu mesti dilakukan perlu lantaran rendahnya angka partisipasi murni (APM) pendidikan di Kepulauan Meranti.

"Banyak indikator yang menyebabkan rendahnya APM pendidikan di Meranti, dari faktor ekonomi hingga sosial. Namun, rendahnya APM itu juga tidak melulu kewenangan Disdik, karena ada lembaga pendidikan di bawah kewenangan Kemenag," ujar Kepala Disdik Kabupaten Kepulauan Meranti Rosdaner melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Syafrizal kepada Tribun, Rabu (3/4/2017).

Menurut Syafrizal, saat ini Pemkab Kepulauan Meranti telah berupaya meningkatkan APM pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah di pedesaan. Telebih saat ini beban pemerintah kabupaten terhadap pendidikan sedikit berkurang, karena sebagian kewenangan telah diambil oleh pemerintah provinsi.

"Kendati demikian, untuk meningkatkan APM di Meranti bukan perkara mudah. Selain masih kurangnya guru di beberapa bidang studi, kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan masih menjadi rintangan Disdik," ujarnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh kepala sekolah secara berkala melaporkan anak putus sekolah ke Dinas Pendidikan. Sehingga Disdik bisa menemukan indikator yang dominan menyebabkan anak putus sekolah untuk dicarikan solusinya

"Kalau untuk subsidi silang sudah lama berjalan. Kita juga ada program beasiswa miskin dan dana Bansos. Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Tak jarang anak terpaksa putus sekolah karena harus membantu orangtuanya mencari nafkah keluarga," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk menaikan APM di Meranti butuh peran aktif seluruh pihak, mulai dari pihak sekolah sampai aparatur desa. Seluruh pihak harus bisa mengubah pola pikir masyarakat yang mayoritas kurang sadar arti pentingnya pendidikan anak.

Meskipun APM Meranti terbilang rendah karena berbagai sebab, namun tidak semua masyarakat pedesaan di pesisir Riau ini menganggap sebelah mata pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Sesri
Ikuti kami di

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$video

Filename: articles/video_pilihan.php

Line Number: 18

KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help