Film Sarat Makna 'Surau dan Silek' Sudah Bisa Ditonton Masyarakat Pekanbaru

Oleh sebab itu, Penulis Arief Malinmudo kembali mereview akan budaya tersebut melalui Film berjudul "Surau

Film Sarat Makna 'Surau dan Silek' Sudah Bisa Ditonton Masyarakat Pekanbaru
Tribun Pekanbaru/ Firmauli Sihaloho
Sejatinya, tokoh nasional asal Sumatera Barat Muhammad Hatta, Agus Salim, Tan Malaka, Hamka, Soetan Sjahrir, M Natsir, Mohammad Yamin, Usmar Ismail, Chairil Anwar dan lainnya menorehkan sejarah yang tak kecil bagi Indonesia. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Firmauli Sihaloho

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejatinya, tokoh nasional asal Sumatera Barat Muhammad Hatta, Agus Salim, Tan Malaka, Hamka, Soetan Sjahrir, M Natsir, Mohammad Yamin, Usmar Ismail, Chairil Anwar dan lainnya menorehkan sejarah yang tak kecil bagi Indonesia.

Diyakini, para tokoh tersebut besar dalam didikan budaya Minangkabau yang dimulai dari Surau atau Mushola.

Karena, orang tua Minang percaya dari surau itulah mereka belajar mengaji, berdiskusi tentang segala hal serta belajar silek (silat). Surau adalah tempat terbentuknya pola pikir mereka.

Namun, seiring perkembangan zaman, pola asuh seperti ini mulai terkikis dan ditinggalkan.

Oleh sebab itu, Penulis Arief Malinmudo kembali mereview akan budaya tersebut melalui Film berjudul "Surau dan Silek".

Film ini diproduksi oleh Mahakarya Pictures, dan diproduseri oleh Dendy Reynando dan Emil Bias. Disutradarai oleh Arief Malinmudo.

Bagi masyarakat Pekanbaru sekitar, film ini sudah bisa ditonton di Bioskop 88
Jalan Sultan Syarif Kasim.

Ia merinci jadwal pemutaran film ini ialah pada pukul 13.15 WIB , 15.35 WIB , 17.55 WIB dan 20.15 WIB.

Sedangkan untuk harga tiket, sambungnya, masih berada di tarif normal seperti biasanya. Senin sampai kamis sebesar Rp 30 ribu, Jumat Rp 40 ribu, Sabtu dan Minggu sebesar Rp 50 ribu per orang nya.

Pada bioskop yang memiliki 200 kursi di setiap empat studio ini, para penonton bisa memanfaatkan wahana permainan yang disediakan dikala menunggu jadwal pemutaran film.

Tidak hanya itu, penonton juga bisa menikmati minuman dan makanan ringan yang tersedia di kantin tersebut.

"Dan juga, kita harapkan kepada setiap penonton agar tidak memfoto dan merekan film yang diputar karena itu melanggar UU Hak cipta. Jika kedapatan, sanksi pidana akan diberikan," tutupnya. (*)

Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved