TribunPekanbaru/

Bang Andi Menyapa

Pemprov Riau Sangat Komit dengan Sektor Pendidikan, Termasuk Pemberian Beasiswa

Pemprov Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar beasiswa bagi putra-putri Riau yang melanjutkan pendidikan S1 di perguruan tinggi nasional

Pemprov Riau Sangat Komit dengan Sektor Pendidikan, Termasuk Pemberian Beasiswa
Bang Andi Menyapa 

MASALAH beasiswa menjadi salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya. Apakah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk beasiswa?

Perlu saya tegaskan bahwa Pemprov Riau sangat komit dengan sektor pendidikan, termasuk tentunya pemberian beasiswa bagi putra-putri Riau terutama yang berprestasi.

Pemberian beasiswa ini sudah sejak lama dilakukan. Namun sejak Tahun Anggaran (TA) 2013, Pemprov Riau lebih memfokuskan beasiswa untuk pendidikan jenjang Strata Satu (S1) dengan pertimbangan dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT). Tegasnya, kita harapkan semakin banyak putra-putri Riau yang dapat mengenyam pendidikan di jenjang S1. Tidak berhenti hanya sampai SLTA.

Untuk itu, kita telah menjalin kerjasama dengan banyak perguruan tinggi, baik di dalam provinsi, seperti Universitas Riau, Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Lancang Kuning (Unilak), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Politeknik Caltex Riau (PCR) dan Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).

Untuk perguruan tinggi tingkat nasional, Pemprov Riau menjalin kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Trilogi.

Sementara untuk perguruan tinggi luar negeri, Pemprov Riau menjalin kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Managament & Science University (MSU) Malaysia.

Tercatat sejak tahun 2013 hingga 2017, total mahasiswa S1 yang merupakan putra-putri Riau, tidak kurang dari 6.212 orang yang telah mendapat beasiswa dari Pemprov Riau, baik yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dalam provinsi, tingkat nasional maupun perguruan tinggi luar negeri.

Beasiswa yang diberikan Pemprov Riau ini, tidak saja bagi anak didik yang berprestasi, tapi juga bagi anak-anak kurang mampu tapi secara akademik berprestasi atau yang lebih dikenal dengan istilah Beasiswa Bidikmisi.

Pada Tahun Anggaran 2016, Pemprov Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk beasiswa bagi putra-putri Riau yang melanjutkan pendidikan S1 di perguruan tinggi nasional yang bekerjasama dengan Pemprov Riau. Pada Tahun Anggaran 2017 dialokasikan anggaran yang sama, yakni Rp15 miliar.

Sementara untuk beasiswa kerjasama dengan perguruan tinggi dalam provinsi, pada Tahun Anggaran 2016 dialokasikan anggaran sebesar Rp 32 miliar dan Tahun Anggaran 2017 menjadi Rp 24 miliar. Memang terjadi penurunan karena kondisi keuangan Pemprov Riau yang juga mengalami defisit.

Apalagi sejak 2017, sesuai aturan perundang-undangan, kewenangan pengelolaan SMA dan SMK berada di bawah Pemprov. Tentu saja menambah beban pembiayaan baru bagi Pemprov. Tidak saja gaji 8 ribuan guru SMA dan SMK yang harus ditanggung, Pemprov Riau juga harus mengalokasikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) bagi setiap sekolah SMA dan SMK.

Tapi prinsipnya, komitmen Pemprov Riau untuk memberikan beasiswa kepada putra-putri Riau tidak akan pernah pupus. Bahkan jika memungkinkan, anggaran untuk beasiswa ini terus ditingkatkan, sehingga semakin banyak anak-anak Riau yang terdidik dan memiliki keterampilan yang diharapkan agar mampu bersaing di era globalisasi ini.

Terkait soal syarat dan teknis pemberian beasiswa ini, tentu saja diatur dan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Saya selaku Gubernur Riau sudah memerintahkan agar pengaturan soal beasiswa ini dilakukan secara transparan dan jauh dari unsur KKN supaya tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan.

Jika ditemukan ada dugaan penyelewengan, masyarakat dapat melaporkan kepada saya melalui SMS Center di nomor HP 0811 758 9000. (*)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help