TribunPekanbaru/
Home »

News

» Sains

Ribetnya Seks Badak Sumatera

Dengan periode birahi dan "mood" betina yang singkat, kerepotan bertambah dengan perilaku badak sumatera jantan yang kerap agresif.

Ribetnya Seks Badak Sumatera
KOMPAS.COM/ GARRY ANDREW LOTULUNG
Harapan, Badak sumatera jantan saat berada di sekitar kandangnya di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Provinsi Lampung, Senin (20/3/2017). Kepulangan badak Harapan dari Kebun Binatang dan Taman Botani Cincinnati, Amerika Serikat tahun 2015, ke habitat aslinya di Sumatera, Indonesia, ini diharapkan dapat memberikan kelestarian dan upaya sukses konservasi badak sumatera. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seks badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) mungkin salah satu seks paling "ribet" sedunia satwa, termasuk jika dibandingkan manusia.

Manusia bisa merayu pasangan atau membuka aplikasi kencan untuk mendapatkan seks instan. Badak sumatera, baik yang jantan maupun betina, tidak.

Seperti beberapa hewan lain, badak sumatera memiliki masa birahi. Namun, ada sejumlah faktor yang membuat seks mamalia paling terancam punah di dunia itu lebih "ribet".

"Badak betina tidak mau didatangi kapan saja, hanya 4 hari dalam masa estrusnya," kata Widodo S Ramono dari Yayasan Badak Indonesia (YABI).

"Ada satu hari di mana ukuran folikel badak berukuran 22 milimeter. Kalau kurang dari itu, badak betina tidak suka didatangi pejantan," imbuh Widodo, Selasa (16/5/2017).

Dengan periode birahi dan "mood" betina yang singkat, kerepotan bertambah dengan perilaku badak sumatera jantan yang kerap agresif.

Dalam masa pendekatan, badak sumatera jantan kerap memaksa kehendak. Akibatnya bukan hanya penolakan tetapi juga cedera pada betina.

Reproduksi juga lebih repot karena jantan dan betina tak bisa bertemu setiap saat. Badak sumatera hidup "single and happy". Mereka menikmati berkelana sendiri.

Dalam kondisi alam yang bagus, pertemuan jantan dan betina bisa lebih mudah. Tapi dengan kondisi hutan di Sumatera yang sudah terfragmentasi, pertemuan sulit.

Pertemuan dan seks badak yang sulit adalah tantangan dalam konservasinya. Ilmuwan dan pegiat konservasi bekerja keras untuk menakhlukkan tantangan itu.

Halaman
12
Tags
Badak
seks
Editor: Ariestia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help