TribunPekanbaru/

Wiranto: Kadang Saya Berfikir Kita Liburkan Medsos Seminggu Saja

PascaPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, penggunaan media sosial (medsos) untuk tujuan politik semakin marak.

Wiranto: Kadang Saya Berfikir Kita Liburkan Medsos Seminggu Saja
KOMPAS/Kristian Erdianto
Menko Polhukam Wiranto saat ditemui di rumah dinasnya, jalan Denpasar, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - PascaPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, penggunaan media sosial (medsos) untuk tujuan politik semakin marak.

Seiring dengan fenomena tersebut, ujaran kebencian dan berita palsu atau hox juga semakin marak hingga hari ini.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengakui penyebaran materi-materi bersifat negatif di dunia maya terutama di medsos sangat masif hingga hari ini.

Ia menyayangkan hal itu, karena sejatinya dunia maya bisa digunakan untuk hal hal positif.

"Kalalu yang postif-positif tidak apa-apa, meningkatkan ilmu pengetahuan, tapi kalau isinya hasutan, ya kebencian, penistaan, harus kita selesaikan," ujarnya dalam diskusi di gedung Stovia, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

Saat ini pemerintah sudah mengupayakan berbagai cara.

Mulai dari aturan soal ujaran kebencian Polri.

Hingga aturan-aturan yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Namun, materi negatif masih saja merajalela.

Wiranto dengan nada bercanda, dalam diskusi tersebut menyebut seharusnya medsos diliburkan sesaat.

"Saya kadang-kadang berfikir, kalau kita liburkan medsos dulu dan media, seminggu (saja), aman negeri ini, itu dalam pikiran saya itu," ujarnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara yang hadir dalam diskusi tersebut, dalam kesempatan wawancara kepada wartawan menyebut bahwa gagasan Wiranto itu, sama sekali belum pernah dibahas pemerintah.

Ia menyebut untuk mengakhiri maraknya penyebaran materi bersifat engatif di dunia maya, bisa dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran dari masyarakat.

"Sekali-kali kita jangan hingar bingar lah," katanya.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help