TribunPekanbaru/

Indragiri Hulu

YMI Distribusikan 15 Bibit Pohon untuk Restorasi Hutan Desa di Inhu

Bibit pohon yang ditanam di lima desa tersebut mencapai 15 ribu bibit. Masing-masing desa kebagian rata 3 ribu bibit per kawasan.

YMI Distribusikan 15 Bibit Pohon untuk Restorasi Hutan Desa di Inhu
TribunPekanbaru/Syahrul Ramadhan
Bibit tanaman dibawa oleh Yayasan Mitra Insani di Inhu diterima dan didistribusikan oleh masyarakat untuk ditanami kembali di kawasan hutan yang akan direstorasi. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mendorong percepatan proses pengajuan hutan desa kedalam program Perhutanan Sosial milik Jokowi, Yayasan Mitra Insani mengajak masyarakat di lima desa di Inhu.

Kelima desa tergabung dalam Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) tersebut adalah Desa Pulau Gelang, Desa Sukajadi, Desa Pulau Jumat dan Desa Tanjung Sari.

"Seluruh luasan hutan desa dari kelima desa tersebut mencapai 36 ribu hektar yang sedang kita ajukan prosesnya," kata Sani Saragih, penanggungjawab program YMI di Inhu pada Rabu (17/5/2017).

Bibit tanaman dibawa oleh Yayasan Mitra Insani di Inhu diterima dan didistribusikan oleh masyarakat untuk ditanami kembali di kawasan hutan yang akan direstorasi.
Bibit tanaman dibawa oleh Yayasan Mitra Insani di Inhu diterima dan didistribusikan oleh masyarakat untuk ditanami kembali di kawasan hutan yang akan direstorasi. (TribunPekanbaru/Syahrul Ramadhan)

Adapun jumlah bibit pohon yang ditanam di lima desa tersebut mencapai 15 ribu bibit. Masing-masing desa kebagian rata 3 ribu bibit per kawasan.

Sani menyebut, proses restorasi hutan lebih baik tidak menunggu respon pihak pemerintah atupun perusahaan. Tapi, masyarakat juga turut merespon dengan melakukan penanaman sedini mungkin.

"Kita bawa bibit 15 ribu batang dengan berbagai jenis. Mulai dari Durian, Sirsak, Mahoni, Pulai dan banyak lagi," ungkap Sani.

Terpisah, Direktur Yayasan Mitra Insani Muslim Rasyid turut membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, umumnya restorasi hutan dikerjakan oleh anak perusahaan HTI untuk menaikkan imej positif perusahaan.

"Daripada menunggu niat baik yang tak kunjung datang setelah penggarapan lahan habis-habisan. Lebih baik memulai sendiri," kata Muslim.

"Selain bisa lebih awal, lahan yang ditanam juga jadi lebih baik dan terawat dengan lebih cepat," tandasnya. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$video

Filename: articles/video_pilihan.php

Line Number: 18

KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help