TribunPekanbaru/

Dibangun Tahun 1832, Konon, Masjid di Pulau Penyengat Ini Gunakan Putih Telur sebagai Perekat

Pulau yang terletak di kawasan Tanjungpinang, Kepulauan Riau itu memiliki icon yang wajib dikunjungi yakni Masjid Sultan Riau.

Dibangun Tahun 1832, Konon, Masjid di Pulau Penyengat Ini Gunakan Putih Telur sebagai Perekat
KOMPAS.COM/AMBAR NADIA
Tampak depan Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jika berkunjung ke Tanjungpinang, wisata ke Pulau Penyengat jangan sampai terlewat.

Pulau yang terletak di kawasan Tanjungpinang, Kepulauan Riau itu memiliki icon yang wajib dikunjungi yakni Masjid Sultan Riau.

Letaknya sangat strategis.

Berada di dekat dermaga dan persis di depan gerbang bertuliskan "Selamat Datang."

Bangunan tersebut nampak megah dari luar.

Warnanya kuning mencolok dengan aksen hijau.

Konon, masjid ini dibangun dengan bahan putih telur sebagai perekat.

"Putih telur dicampur dengan pasir, kapur, dan tanah liat. Sejarahnya begitu," ujar marbot masjid Sultan Riau, Hambali kepada KompasTravel, Rabu (17/5/2017).

Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (KOMPAS.COM/AMBAR NADIA)
Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (KOMPAS.COM/AMBAR NADIA) ()

Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman tahun 1832.

Ia merupakan cucu dari Raja Haji Fisabililah, pahlawan nasional Indonesia asal Riau.

Halaman
123
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help