TribunPekanbaru/

Dibangun Tahun 1832, Konon, Masjid di Pulau Penyengat Ini Gunakan Putih Telur sebagai Perekat

Pulau yang terletak di kawasan Tanjungpinang, Kepulauan Riau itu memiliki icon yang wajib dikunjungi yakni Masjid Sultan Riau.

Dibangun Tahun 1832, Konon, Masjid di Pulau Penyengat Ini Gunakan Putih Telur sebagai Perekat
KOMPAS.COM/AMBAR NADIA
Tampak depan Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. 

Bangunan utamanya berukuran 18 x 20 meter dan ditopang empat tiang beton.

Begitu naik tangga dan melewati gerbang masjid, di sisi kiri dan kanan terdapat pendopo.

Masjid tersebut memiliki 13 kubah yang bentuknya seperti bawang.

Uniknya, jumlah keseluruhan menara dan kubah di masjid ini ada 17 yang melambangkan rakaat salat lima waktu sehari semalam.

Hambali mengatakan, mulanya masjid tersebut dibangun dengan kayu.

Bentuknya juga kecil, tidak sebesar saat ini.

Namun, lama-lama masjid itu tak muat menampung masyarakat Pulau Penyengat untuk beribadah.

"Atas prakarsa Raja Abdurrahman, baru dibangun seperti ini," kata Hambali.

Alquran Tulis Tangan

Hal menarik lainnya dari masjid ini yaitu ayat suci Alquran yang ditulis tangan oleh Abdurrahman Stambul.
Bukan Raja Abdurrahman yang memprakarsai masjid ini, melainkan penduduk biasa di Pulau Penyengat.

Halaman
123
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help