TribunPekanbaru/

Dibangun Tahun 1832, Konon, Masjid di Pulau Penyengat Ini Gunakan Putih Telur sebagai Perekat

Pulau yang terletak di kawasan Tanjungpinang, Kepulauan Riau itu memiliki icon yang wajib dikunjungi yakni Masjid Sultan Riau.

Dibangun Tahun 1832, Konon, Masjid di Pulau Penyengat Ini Gunakan Putih Telur sebagai Perekat
KOMPAS.COM/AMBAR NADIA
Tampak depan Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. 

Abdurrahman yang menulis Alquran ini dikirim oleh Kerajaan Lingga ke Mesir untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Begitu kembali, dia menjadi guru dan terkenal dengan Khat atau kaligrafi gaya Istanbul.

"Sambil dia mengajar, punya waktu luang, dia menulis," kata Hambali.

Al Quran Tulis Tangan dipajang di Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (KOMPAS.COM/AMBAR NADIA)
Al Quran Tulis Tangan dipajang di Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. (KOMPAS.COM/AMBAR NADIA) ()

Namun, Hambali tak mengetahui berapa lama Abdurrahman menyelesaikannya.

Yang jelas, Alquran itu selesai ditulis pada 1867.

Sebenarnya ada dua Alquran tulis tangan yang disimpan di Masjid Sultan Riau.

Namun, Alquran lainnya yang ditulis orang lain itu sudah rapuh sehingga disimpan saja.

Sementara Alquran buatan Abdurrahman dipajang sebagai pengetahuan para pengunjung.

Pada 2015 lalu, perwakilan dari Arsip Nasional datang ke Masjid Sultan Riau untuk memberi pengawet ke Al Quran tulis tangan setiap lembarnya.

"Mereka akan bertahan 100 tahun ke depan," kata Hambali.

(Kompas.com/Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help