TribunPekanbaru/

Anggota Dewan Tegaskan Gelper Jangan Beroperasi di Bulan Puasa

Razia judi gelper yang digelar Polda Riau awal pekan lalu di Jalan Riau Pekanbaru, diapresiasi kalangan DPRD Pekanbaru

Anggota Dewan Tegaskan Gelper Jangan Beroperasi di Bulan Puasa
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R didampingi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto serta Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Letman Z saat ekspos pengungkapan judi gelper di Mapolresta Pekanbaru, Senin (17/10/2016). Beberapa barang bukti tersebut merupakan hasil penggerebekan di gelanggang permainan (gelper) City Game Center yang berada di lantai tiga gedung Pasar Bawah Pekanbaru 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Razia judi gelper yang digelar Polda Riau awal pekan lalu di Jalan Riau Pekanbaru, diapresiasi kalangan DPRD Pekanbaru.

Razia serupa diharapkan legislator, terus dilakukan untuk mewujudkan gelper harus diberangus di Kota Bertuah ini. Apalagi saat bulan Ramadhan nanti.

Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru Yose Saputra SH, Jumat (19/5/2017) menegaskan, sebenarnya masih ada beberapa tempat gelper yang masih beroperasi hingga saat ini.

"Kita yakin polisi sudah paham dengan modus judi gelper tersebut. Sekarang pertanyaannya, sanggup atau tidak polisi merazianya. Tinggal kemauan saja. Sebab selama ini razia gelper ini, terkesan seremonial belaka. Buktinya dari sekian banyak tempat judi gelper dirazia, tapi yang lainnya tetap buka," sebut Yose menjawab Tribunpekanbaru.com.

Seperti diketahui, hingga saat ini, kepolisian sudah merazia beberapa tempat judi gelper di Kota Pekanbaru. Mulai dari Golden, Pasar Bawah, Pasar Buah 88 Jalan Riau dan di tempat lainnya. Namun sayang, razia tersebut tidak menimbulkan efek jera bagi pemilik lainnya.

Bahkan semakin banyak yang buka, karena peminatnya semakin banyak. Harusnya, tambah politisi Golkar tersebut, razia harus kontineu dilakukan. Apakah teknisnya sekali atau dua kali dalam sebulan, atau lainnya.

Jika cara seperti ini dilakukan, maka dipastikan tidak ada tempat gelper yang berani beroperasi. "Selama ini kan tidak. Razia hanya sewaktu-waktu saja. Sehingga terkesan pemiliknya tidak takut. Karena memang, meski diketahui bos gelper itu, tapi tak kunjung ditangkap. Jadi polisi harus berani membongkar lingkaran ini," tegasnya. (*)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help