TribunPekanbaru/

Hidup Melarat, Polisi Pastikan Miko Bukan Otak Pelaku Penyerangan Baswedan

Selain punya alibi saat peristiwa penyerangan terhadap Novel, Polisi juga telah memeriksa call Data Record (CDR)

Hidup Melarat, Polisi Pastikan Miko Bukan Otak Pelaku Penyerangan Baswedan
Tribunnews/Dany Permana
Miko Panji Tirtayasa memberikan kesaksian dalam persidangan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Senin (7/4/2014). Miko dikawal ketat oleh pihak kepolisian menyusul dugaan ancaman keselamatan jiwanya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Kondisi keuangan Miko Panji Tirtayasa, seorang pria terduga pelaku penyerangan terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, penuh kekurangan.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah memintai keterangan terhadap Miko.

Sebelum akhirnya Miko dilepaskan pada Jumat (19/5/2017). Miko tak terbukti melakukan penyerangan.

 
Selain punya alibi saat peristiwa penyerangan terhadap Novel, Polisi juga telah memeriksa call Data Record (CDR) atau data rekaman panggilan dari ponsel genggam Miko.

"Dia ada di Bandung. Sudah dibuktikan dengan CDR, kesaksian di lingkungannya, dia tidak pernah ke Jakarta. Mau bagaimana?" ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/5/2017).

Miko tak terbukti melakukan penyerangan secara langsung. Ia tak berada di Jakarta saat kejadian, tepatnya setelah Novel Salat Subuh dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017 lalu.

Saat itu Novel diserang oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor matic. Miko juga dipastikan tak menjadi otak penyerangan. Setelah diperiksa kepolisian, kondisi keuangan Miko terbilang miskin. Sehingga tak memungkinkan menyuruh orang untuk melakukan penyerangan terhadap Novel.

"Dia orang melarat, dia orang miskin, tidak punya apa-apa. Dia kan tidak kerja. Dia tidak punya pekerjaan. Dia cuma serabutan biasa," ucap Argo.

Miko sempat dimintai keterangan oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya. Miko diamankan pada Selasa (16/5/2017) lalu. Selama tiga hari polisi mendalami kesaksian Miko.

Miko diamankan berdasarkan hasil penyelidikan secara deduktif yang merujuk pada motif pelaku penyerang korban, di antaranya dengan melakukan pencarian data atau informasi kasus-kasus yang pernah ditangani Novel. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help