TribunPekanbaru/

Polisi Punya Petunjuk Baru Penyerangan Novel, Ini Harapan KPK

"Tentu saja kami harapkan petunjuk baru itu menjadi langkah yang lebih baik untuk bisa mengungkap siapa

Polisi Punya Petunjuk Baru Penyerangan Novel, Ini Harapan KPK
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (25/1/2017) di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA – Kepolisian menyatakan menemukan petunjuk baru untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras ke wajah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Penemuan petunjuk baru itu, diketahui setelah kepolisian menginformasikan ke KPK melalui Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Berdasarkan informasi itu, diketahui petunjuk mengarah ke seseorang yang diduga pelaku penyerangan terhadap Novel.

 
"Tentu saja kami harapkan petunjuk baru itu menjadi langkah yang lebih baik untuk bisa mengungkap siapa pelaku teror yang sebenarnya, apakah pelaku lapangan atau pun juga aktor intelektual dari penyerangan itu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jumat (19/5/2017).

Tapi Febri enggan menjelaskan secara rinci proses teknis yang akan dilakukan bersama kepolisian terkait petunjuk baru tersebut.

Menurutnya, KPK menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

"‎Prosesnya masih di tim yang sudah dibentuk Kapolri jadi nanti kami tunggu, kita lihat informasi yang disampaikan Kapolri lebih lanjut siapa saja dan pihak mana saja yang akan diperiksa terkait dengan hal ini," kata Febri.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat mengamankan seorang terduga peneror air keras ke Novel Baswedan yang berinisial AL. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, AL dilepas kembali dan dinyatakan masih berstatus sebagai saksi.

Teror yang menimpa Novel terjadi pada 11 April 2017. Saat itu, Novel pulang dari menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya lalu dipepet orang yang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba kedua orang itu menyiramkan air keras ke wajah Novel.

Novel sendiri memang salah satu penyidik senior KPK yang kerap menangani perkara korupsi kelas kakap. Kasus terakhir yang dia tangani yaitu tentang perkara dugaan korupsi proyek e-KTP. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help