TribunPekanbaru/

Penambangan Pasir di Rupat dan Dampaknya Terhadap Pengembangan Pariwisata Bahari

Jangan sampai justru semangat berwisata ke Riau tercemar dengan mendegradasi tempat wisata yang sudah tersaji dengan indah

Penambangan Pasir di Rupat dan Dampaknya Terhadap Pengembangan Pariwisata Bahari
Foto/Istimewa
Husnul Kausarian PhD, Ketua Interdiscipline & Integrated Research Center Universitas Islam Riau 

Oleh: Husnul Kausarian, PhD
Ketua Interdiscipline & Integrated Research Center Universitas Islam Riau

TAHUN 2013, saya mengetuai peneliti geologi yang mengkaji potensi mineral pasir yang terdapat di Pulau Rupat, tepatnya di Rupat bagian utara yang masuk daerah Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

Setelah mengelilingi satu Pulau Rupat dengan menyewa speed boat rakyat, endapan pasir hanya bisa ditemui di bagian utara dari Pulau Rupat, sementara bagian selatan dari pulau ini yang secara geografisnya terletak tepat berhadapan dengan Kota Dumai, hanya ditemui endapan sedimen jenis lumpur saja.

Uniknya di bagian utara pulau ini, endapan yang mengelilingi pulau ini justru bertolak belakang dari bagian selatan, disini terendap pasir-pasir yang secara karakter sangat berbeda dengan endapan lumpur yang ada di bagian selatan Pulau Rupat.

Kini, setelah empat tahun penelitian tersebut selesai dilakukan, muncul polemik terhadap daerah Rupat Utara, yaitu terbitnya Izin Penambangan di daerah tersebut.

Izin ini menurut saya cukup terburu-buru dikeluarkan, mengingat saat itu kajian tentang pasir tersebut baru sampai ke tahap studi kelayakan dan belum sampai ke tahap DED (Detail Engineering Design).

Artinya, perlu kajian mendalam terlebih dahulu jika memang kawasan ini ingin dijadikan sebagai kawasan penambangan.

Kondisi Geologi dan Pembentukan Pasir di Pulau Rupat
Penelitian geologi yang telah saya dan tim lakukan di Pulau ini menunjukkan bahwa pasir yang terendap di bagian utara Pulau Rupat bukan merupakan produk insitu atau produk asli dari tanah/batuan pulau ini.

Pasir ini datang akibat dari proses transportasi bahan sedimen yang terjadi karena adanya Selat Melaka yang berfungsi sebagai “alat pengangkut” dari pasir-pasir tersebut.

Selat Melaka yang notabene adalah lautan memiliki peranan paling penting, karena selat ini lah yang membawa pasir-pasir tersebut yang datangnya dari Kepulauan Riau dan Laut Cina Selatan dan Samudra Hindia dan Laut Andaman.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help