TribunPekanbaru/

Ramadhan 1438 H

Tetap Ingin Puasa Walau Sakit Maag? Catat Menu Berbuka dan Sahur yang Aman dari Ahli Gizi

Penderita penyakit dyspepsia atau maag ada yang boleh berpuasa, namun ada juga yang tidak boleh berpuasa.

Tetap Ingin Puasa Walau Sakit Maag? Catat Menu Berbuka dan Sahur yang Aman dari Ahli Gizi
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penderita penyakit dyspepsia atau maag ada yang boleh berpuasa, namun ada juga yang tidak boleh berpuasa.

Hal tersebut tergantung dari jenis sakit yang diderita. Tetapi hasil dari penelitian 80 persen orang dengan sakit maag boleh berpuasa.

Wahyu Hardi Prasetyo SSTG MPH-GK, Ahli Gizi Klinik/Dietesion dari Banjarmasin mengatakan terapi yang tepat adalah dengan pengaturan makanan yang baik pada saat berpuasa sehingga memperbaiki pola pencernaan.

Konsumsi makanan yang dapat mengurangi beban/beratnya gerak lambung, memenuhi gizi seimbang, bentuk makanan lunak atau sesuai kondisi.

Membatasi makanan mengandung gas (ubi, singkong, lengkeng dan lainnya), bumbu yang merangsang (merica, pala , lada, cabai, berasa asam), buah dan sayur yang bergetah/bergas) serta pengolah makanan yang mengurangi pemakaian lemak/santan/goreng-gorengan.

Jika orang dengan sakit maag benar-benar tetap ingin berpuasa, sebaiknya dilakukan secara bertahap.

Misalnya saja pada hari pertama berpuasa selama beberapa jam, kemudian hari berikutnya jam puasa ditambah lebih banyak sedikit.

Penderita sakit maag yang berpuasa hendaknya makan dengan konsumsi gizi seimbang agar kondisi kebutuhan tubuh dapat tercukupi dan Anda tetap fit selama puasa

Buka puasa makan bertahap dan pilihan makanan dengan porsi kecil begitu juga dengan makan sahur, makan jangan cepat.

"Hindari makanan yang keras. Masak hingga lunak pada beberapa bahan makanan tertentu," saran Wahyu.

Halaman
123
Editor: Ariestia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help